Perusahaan Indonesia yang Mendunia Apa Saja? Ini Daftar dan Tokoh Kuncinya
Indonesia tidak hanya memiliki perusahaan besar yang kuat di pasar domestik. Sejumlah perusahaan dan merek asal Indonesia telah berkembang ke pasar internasional, baik melalui ekspor, jaringan operasional di luar negeri, investasi, maupun ekspansi bisnis ke negara lain.
Perusahaan Indonesia yang mendunia juga datang dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, logistik, teknologi, perjalanan, hingga konglomerasi.
Berikut beberapa contoh perusahaan Indonesia yang telah memiliki jejak internasional, lengkap dengan tokoh yang berperan penting dalam perjalanan bisnisnya.
1. Mayora

Mayora merupakan salah satu perusahaan makanan dan minuman Indonesia yang produknya telah masuk ke pasar internasional. Portofolionya mencakup merek seperti Roma, Kopiko, Torabika, Beng-Beng, dan sejumlah produk makanan serta minuman lainnya.
Menurut profil resmi perusahaan, Mayora berawal dari produksi biskuit di dapur rumah pada 1948. Saat ini produknya telah memiliki jangkauan global di lebih dari 90 negara.
Tokoh kunci: Jogi Hendra Atmadja
Jogi Hendra Atmadja merupakan tokoh utama di balik Mayora. Dokumen perusahaan mencatat Jogi Hendra Atmadja sebagai Komisaris Utama dan pemegang saham utama Mayora.
Baca juga : Profil Dewan Direksi Mayora
Perjalanan Mayora menunjukkan bagaimana produk consumer goods dari Indonesia dapat dibangun menjadi merek yang dikenal di pasar internasional.
2. Indofood dan Indomie

Indofood merupakan salah satu kelompok perusahaan makanan terbesar dari Indonesia. Salah satu merek yang paling dikenal secara global adalah Indomie.
Indomie pertama kali diluncurkan pada 1972. Saat ini produk tersebut tersedia di lebih dari 100 negara, mencakup pasar Asia, Afrika, Eropa, Timur Tengah, Australia, dan Amerika Utara.
Indofood juga menyebut produk-produknya telah hadir di lebih dari 100 negara melalui ekspor, sementara ICBP memiliki lebih dari 20 fasilitas produksi di Malaysia, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Tenggara untuk melayani pasar luar negeri.
Tokoh kunci: Sudono Salim dan Anthoni Salim
Sudono Salim merupakan tokoh pendiri Grup Salim dan sosok penting dalam sejarah berdirinya Indofood. Setelah itu, Anthoni Salim menjadi tokoh utama dalam pengelolaan dan pengembangan Indofood.
Anthoni Salim pertama kali diangkat sebagai Direktur Utama dan CEO Indofood pada 2004 dan kembali ditunjuk pada 2024. Ia juga menjabat sebagai Direktur Utama ICBP.
3. Astra International
Astra International merupakan salah satu kelompok usaha terbesar yang berasal dari Indonesia. Bisnisnya berkembang di berbagai bidang, termasuk otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, serta properti. Astra saat ini memiliki lebih dari 300 anak perusahaan, ventura bersama, dan entitas asosiasi.
Astra didirikan di Jakarta pada 1957. Sejarah perusahaan mencatat William Soeryadjaya, bersama Tjia Kian Tie dan Liem Peng Hong, sebagai tokoh yang mendirikan Astra International Inc.

Tokoh kunci: William Soeryadjaya
William Soeryadjaya menjadi salah satu tokoh paling penting dalam sejarah Astra. Astra sendiri menyebut William Soeryadjaya sebagai pendiri dan mencatat cita-cita membangun perusahaan yang dapat memberikan manfaat luas sebagai salah satu motivasi awal perkembangan Astra.
Baca juga : William Soeryadjaya, Pendiri Astra yang Rela Kehilangan Kekayaan demi Keluarga
Skala Astra saat ini membuat perusahaan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana bisnis yang bermula di Indonesia dapat berkembang menjadi kelompok usaha dengan aktivitas lintas sektor dan keterkaitan internasional.
4. Sinar Mas
Sinar Mas merupakan kelompok usaha Indonesia yang memiliki bisnis di berbagai sektor. Pilar bisnisnya mencakup pulp dan kertas, agribisnis dan pangan, jasa keuangan, properti, energi dan infrastruktur, telekomunikasi, serta layanan kesehatan.
Jejak internasional Sinar Mas terlihat antara lain melalui bisnis pulp dan kertas. Asia Pulp & Paper (APP), salah satu perusahaan dalam kelompok tersebut, memiliki operasi dan pasar di berbagai negara. Sinar Mas juga mencatat investasi di Asia, Amerika Utara, Eropa, Australia, dan wilayah lainnya.
Tokoh kunci: Eka Tjipta Widjaja
Eka Tjipta Widjaja merupakan pendiri Sinar Mas. Perjalanan bisnisnya dimulai dari perdagangan barang kelontong di Makassar pada 1938 sebelum berkembang ke berbagai sektor, termasuk kopra, kelapa sawit, kertas, keuangan, dan kemudian berbagai bidang lainnya.
5. Kalbe Farma
Kalbe Farma merupakan perusahaan farmasi dan kesehatan yang berkembang dari skala rumah tangga menjadi perusahaan publik dengan puluhan entitas usaha.
Dalam laporan perusahaan, Kalbe menyebut perjalanan bisnisnya telah berkembang hingga memiliki lebih dari 30 anak perusahaan. Nilai yang diwariskan para pendiri kemudian dirumuskan dalam Panca Sradha Kalbe, yang mencakup kepercayaan, mindfulness, inovasi, tekad menjadi yang terbaik, dan keterkaitan.
Tokoh kunci: Boenjamin Setiawan
Boenjamin Setiawan merupakan salah satu pendiri Kalbe Farma pada 1966. Ia berlatar belakang kedokteran dari Universitas Indonesia dan kemudian memperoleh Ph.D. bidang farmakologi dari University of California, San Francisco.
Peran Boenjamin menjadi bagian penting dari perjalanan Kalbe dari perusahaan skala rumah tangga menjadi kelompok usaha kesehatan yang lebih besar.
6. J&T Express
Berbeda dari perusahaan consumer goods yang mendunia melalui ekspor produk, J&T Express berkembang dengan membangun jaringan operasional logistik di berbagai negara.
J&T didirikan pada 2015 dan pertama kali diluncurkan di Indonesia. Perusahaan saat ini memiliki jaringan di Indonesia, Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand, Kamboja, Singapura, China, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Meksiko, Brasil, dan Mesir.
Per 30 Juni 2026, J&T menyebut memiliki 260 pusat sortir dan sekitar 19.800 outlet di jaringan globalnya.
Tokoh kunci: Robin Lo dan pendiri J&T
Robin Lo merupakan CEO J&T Express dan menjadi tokoh penting dalam pengembangan perusahaan di Indonesia. Peluncuran J&T Express di Indonesia pada 20 Agustus 2015 dilakukan di bawah kepemimpinannya sebagai CEO.
Dokumen J&T Global Express mencatat bahwa grup tersebut didirikan oleh Li Jie di Indonesia pada Agustus 2015 dan kemudian berkembang ke berbagai negara Asia Tenggara serta pasar lainnya.
7. Gojek
Gojek menjadi salah satu contoh perusahaan teknologi Indonesia yang pernah melakukan ekspansi langsung ke pasar Asia Tenggara.
Gojek bermula pada 2010 dengan 20 pengemudi dan satu call center. Pada 2016, Gojek menjadi unicorn pertama di Indonesia, kemudian melakukan ekspansi internasional, termasuk ke Singapura, Vietnam, dan Thailand.
Tokoh kunci: Nadiem Makarim, Kevin Aluwi, dan Andre Soelistyo
Nadiem Makarim merupakan pendiri dan mantan CEO Gojek. Ia menjadi salah satu tokoh yang membawa Gojek dari layanan transportasi berbasis aplikasi menjadi platform dengan berbagai layanan.
Nadiem juga masuk dalam Bloomberg 50 pada 2018 setelah Gojek melakukan ekspansi ke pasar regional.
Dalam perkembangan berikutnya, Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo mengambil alih tanggung jawab sebagai co-CEO ketika Nadiem meninggalkan perusahaan untuk bergabung dengan pemerintahan Indonesia. Gojek mencatat keduanya telah lama menjalankan bisnis bersama Nadiem dan memiliki peran penting dalam pengembangan produk, strategi, ekspansi internasional, serta pengelolaan modal.
8. Traveloka
Traveloka merupakan perusahaan teknologi perjalanan yang didirikan di Indonesia pada 2012. Perusahaan ini berkembang dari mesin pencari tiket penerbangan menjadi platform perjalanan dengan berbagai produk, termasuk transportasi, akomodasi, dan atraksi.
Saat ini Traveloka menyebut telah beroperasi di delapan negara di kawasan Asia-Pasifik dan memiliki lebih dari 2.000 karyawan dari lebih dari 15 kewarganegaraan.
Tokoh kunci: Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang
Traveloka didirikan oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang.
Ferry Unardi sebelumnya pernah bekerja sebagai software engineer di Microsoft. Ketiga pendiri tersebut menggagas Traveloka ketika melihat persoalan dalam pencarian dan pemesanan tiket perjalanan, kemudian mendirikan perusahaan pada 2012.
9. ParagonCorp
ParagonCorp dikenal melalui merek seperti Wardah, Make Over, dan Emina. Perusahaan ini merupakan salah satu contoh bisnis kosmetik yang berkembang dari Indonesia dan mulai membangun kehadiran di pasar regional.
Paragon mencatat memiliki lebih dari 10.000 karyawan di Indonesia dan Malaysia serta lebih dari 1.600 SKU produk.
Wardah juga disebut Paragon sebagai pelopor kosmetik halal di Indonesia, sementara perusahaan telah melakukan berbagai aktivitas yang membawa produk dan mereknya ke panggung internasional, termasuk kehadiran Wardah dalam London Fashion Week.
Tokoh kunci: Nurhayati Subakat
Nurhayati Subakat merupakan founder Paragon. Dalam berbagai publikasi resmi Paragon, ia disebut sebagai Founder ParagonCorp dan menjadi salah satu tokoh utama dalam perjalanan perusahaan sejak awal berdiri. Subakat Hadi juga tercatat sebagai co-founder dan commissioner.
Perusahaan Indonesia yang Mendunia Berdasarkan Sektornya
Jika dikelompokkan berdasarkan bidang usaha, daftar tersebut menunjukkan pola yang cukup beragam.
| Sektor | Perusahaan/brand | Tokoh kunci |
|---|---|---|
| Makanan dan minuman | Mayora | Jogi Hendra Atmadja |
| Makanan dan minuman | Indofood/Indomie | Sudono Salim, Anthoni Salim |
| Otomotif dan konglomerasi | Astra | William Soeryadjaya dan para pendiri Astra |
| Konglomerasi | Sinar Mas | Eka Tjipta Widjaja |
| Farmasi dan kesehatan | Kalbe Farma | Boenjamin Setiawan dan para pendiri |
| Logistik | J&T Express | Li Jie, Robin Lo |
| Teknologi | Gojek | Nadiem Makarim, Kevin Aluwi, Andre Soelistyo |
| Travel tech | Traveloka | Ferry Unardi, Derianto Kusuma, Albert Zhang |
| Kosmetik | ParagonCorp | Nurhayati Subakat, Subakat Hadi |
Apa yang Membuat Perusahaan Indonesia Bisa Mendunia?
Perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan cara yang berbeda untuk masuk ke pasar internasional.
Pertama, membangun merek yang mudah dikenali. Mayora dan Indofood, misalnya, membawa produk consumer goods ke berbagai negara. Mayora menyebut produknya telah mencapai lebih dari 90 negara, sedangkan Indomie tersedia di lebih dari 100 negara.
Kedua, membangun jaringan operasional di luar negeri. J&T menjadi contoh perusahaan yang tidak hanya mengekspor layanan dari Indonesia, tetapi membangun jaringan logistik di berbagai negara.
Ketiga, memanfaatkan teknologi. Gojek dan Traveloka menggunakan platform digital untuk membawa model bisnis yang dikembangkan di Indonesia ke pasar regional. Gojek pernah melakukan ekspansi ke beberapa negara Asia Tenggara, sementara Traveloka kini beroperasi di delapan negara Asia-Pasifik.
Keempat, mengembangkan bisnis lintas sektor dan lintas negara. Astra dan Sinar Mas menunjukkan pola berbeda, yakni membangun kelompok usaha dengan banyak lini bisnis dan aktivitas yang memiliki keterkaitan internasional.
Kesimpulan
Contoh perusahaan Indonesia yang mendunia tidak hanya berasal dari perusahaan teknologi. Mayora dan Indofood membawa produk makanan Indonesia ke berbagai negara, Kalbe berkembang di sektor kesehatan, Paragon membangun merek kosmetik, J&T mengembangkan jaringan logistik lintas negara, sedangkan Gojek dan Traveloka membawa model bisnis berbasis teknologi ke pasar Asia.
Di balik perusahaan-perusahaan tersebut terdapat tokoh dengan peran berbeda, mulai dari pendiri seperti William Soeryadjaya, Eka Tjipta Widjaja, Boenjamin Setiawan, Jogi Hendra Atmadja, Nurhayati Subakat, Nadiem Makarim, serta para pendiri Traveloka, hingga generasi pemimpin berikutnya seperti Anthoni Salim, Kevin Aluwi, dan Andre Soelistyo.
Istilah "mendunia" sendiri dapat berarti hal yang berbeda—mulai dari produk yang diekspor ke puluhan negara hingga perusahaan yang membangun operasi langsung di luar negeri. Karena itu, daftar perusahaan Indonesia dengan jejak internasional tidak terbatas pada satu jenis industri atau satu model ekspansi.