Your 1st Ads Here

Profil Diego Maradona, Legenda Argentina yang Mengubah Sejarah Napoli dan Piala Dunia

Unveiling the Crisis of Plastic Pollution: Analyzing Its Profound Impact on the Environment

Diego Maradona bukan sekadar salah satu pesepak bola terbaik yang pernah dimiliki Argentina. Ia adalah figur yang pengaruhnya melampaui lapangan, terutama setelah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 dan mengangkat Napoli menjadi kekuatan utama sepak bola Italia.

Dengan kaki kiri, kontrol bola, dribel, visi bermain, serta kemampuan menciptakan peluang yang luar biasa, Maradona membangun reputasi sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan seorang diri. FIFA mencatat bahwa pada Piala Dunia 1986 ia mencetak lima gol dan membuat lima assist, sekaligus memenangkan adidas Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen.

Namun, perjalanan Maradona menuju status legenda tidak selalu mulus. Kariernya juga diwarnai tekanan, kontroversi, masalah di luar lapangan, dan periode sulit setelah meninggalkan Napoli.

Berikut profil dan perjalanan karier Diego Maradona dari masa muda hingga menjadi ikon Argentina dan Napoli.

Biodata Diego Maradona

Informasi Detail
Nama lengkap Diego Armando Maradona
Julukan El Pibe de Oro, El Diez
Lahir 30 Oktober 1960
Tempat lahir Lanús, Buenos Aires, Argentina
Posisi Gelandang serang / penyerang
Kaki dominan Kiri
Tim nasional Argentina
Piala Dunia 1982, 1986, 1990, 1994
Gelar Piala Dunia 1986
Meninggal 25 November 2020
Usia saat meninggal 60 tahun

Maradona lahir di lingkungan Villa Fiorito, kawasan miskin di Buenos Aires. Dari lingkungan tersebut, bakat sepak bolanya berkembang hingga membawanya ke panggung terbesar dunia.

Awal Karier Maradona Bersama Argentinos Juniors

Bakat Maradona sudah terlihat sejak usia sangat muda.

Ia bergabung dengan akademi Argentinos Juniors dan berkembang menjadi pemain muda yang menarik perhatian. Bahkan sebelum berusia 16 tahun, Maradona sudah mendapatkan kesempatan bermain di tim utama.

Debut profesionalnya bersama Argentinos Juniors terjadi pada 20 Oktober 1976, hanya beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-16.

Keputusan klub memainkan pemain muda tersebut terbukti tepat. Maradona kemudian berkembang menjadi salah satu pemain paling menonjol di kompetisi Argentina.

Kemampuannya mengontrol bola dalam ruang sempit, melewati lawan dan menciptakan peluang membuat namanya segera dikenal.

Menjadi Bintang di Boca Juniors

Setelah periode gemilang bersama Argentinos Juniors, Maradona bergabung dengan Boca Juniors pada 1981.

Transfer tersebut menjadi salah satu titik penting dalam kariernya. Boca merupakan salah satu klub terbesar Argentina, sehingga bermain di sana memberikan Maradona panggung yang jauh lebih besar.

Pada musim 1981, ia membantu Boca Juniors memenangkan Metropolitano, salah satu kompetisi liga Argentina pada masa itu.

Tidak lama kemudian, klub-klub Eropa mulai mengejarnya.

Barcelona dan Kepindahan ke Eropa

Pada 1982, Maradona pindah ke Barcelona.

Transfer ke klub Spanyol tersebut terjadi setelah Piala Dunia 1982. Barcelona berharap pemain muda Argentina itu dapat menjadi pusat proyek baru mereka.

Namun, periode Maradona di Camp Nou tidak berlangsung seperti yang diharapkan.

Ia mengalami sejumlah masalah, termasuk cedera serius dan persoalan kesehatan. Masa bermainnya di Barcelona akhirnya hanya berlangsung sekitar dua musim.

Meski demikian, pengalaman di Spanyol menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya sebelum memasuki periode yang kemudian membuat namanya semakin besar.

Maradona dan Napoli: Titik Balik Karier

Pada 1984, Maradona pindah ke Napoli.

Inilah fase yang kemudian mengubah bukan hanya karier Maradona, tetapi juga sejarah klub tersebut.

Ketika Maradona datang, Napoli bukanlah klub yang mendominasi Serie A seperti sejumlah klub besar Italia lainnya. Kehadiran pemain Argentina tersebut kemudian menjadi katalis perubahan besar.

Situs resmi SSC Napoli bahkan menyebut periode paruh kedua 1980-an sebagai salah satu fase paling gemilang dalam sejarah klub ketika Maradona bermain bersama Napoli.

Scudetto pertama Napoli

Puncaknya terjadi pada musim 1986/1987.

Napoli memenangkan Serie A untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Pada musim yang sama, mereka juga memenangkan Coppa Italia.

Bagi Napoli dan masyarakat kota tersebut, keberhasilan itu jauh lebih besar daripada sekadar gelar sepak bola.

Maradona telah menjadi simbol kebanggaan kota.

Napoli yang sebelumnya berada di luar kelompok dominan sepak bola Italia berhasil menantang klub-klub dari kota-kota besar di utara Italia.

Maradona membawa Napoli ke level Eropa

Kesuksesan domestik kemudian berlanjut ke kompetisi Eropa.

Pada musim 1988/1989, Napoli memenangkan Piala UEFA. Gelar tersebut masih tercatat dalam daftar prestasi resmi klub.

Setahun kemudian, Napoli kembali memenangkan Serie A.

Musim 1989/1990 menjadi musim kedua ketika Maradona membantu Napoli merebut Scudetto.

Dengan dua gelar Serie A, satu Coppa Italia, satu Piala UEFA, dan satu Supercoppa Italiana selama era tersebut, periode Maradona menjadi fondasi salah satu babak paling ikonik dalam sejarah Napoli.

Mengapa Maradona Begitu Dicintai di Napoli?

Hubungan Maradona dengan Napoli berbeda dari hubungan kebanyakan pemain dengan klub.

Ia datang sebagai superstar Argentina, tetapi kemudian dianggap sebagai bagian dari identitas kota.

Napoli adalah kota di Italia selatan yang secara historis kerap berhadapan dengan dominasi klub-klub dari utara. Kehadiran Maradona memberi mereka seorang pemain yang mampu membawa klub menantang Juventus, Milan, Inter Milan dan kekuatan tradisional lainnya.

Karena itu, status Maradona di Napoli berkembang jauh melampaui statistik.

Setelah kematiannya pada 2020, Stadion San Paolo secara resmi berganti nama menjadi Stadio Diego Armando Maradona pada Desember tahun yang sama.

Nama tersebut menunjukkan betapa kuat hubungan antara sang pemain dan kota Napoli.

Piala Dunia 1986, Panggung Terbesar Maradona

Jika Napoli adalah tempat Maradona membangun status sebagai ikon klub, maka Piala Dunia 1986 di Meksiko adalah panggung yang menjadikannya legenda global.

Argentina datang dengan Maradona sebagai kapten dan pemain utama.

Pada usia 25 tahun, ia berada di puncak performanya.

FIFA mencatat Maradona mencetak lima gol dan lima assist dalam turnamen tersebut serta memenangkan adidas Golden Ball.

Yang membuat penampilannya luar biasa bukan hanya jumlah gol.

Hampir setiap serangan Argentina memiliki keterlibatan Maradona.

FIFA mencatat ia terlibat langsung dalam 71 persen gol Argentina selama turnamen tersebut.

“Hand of God” Melawan Inggris

Salah satu pertandingan paling terkenal dalam sejarah Piala Dunia terjadi ketika Argentina menghadapi Inggris pada perempat final.

Pada 22 Juni 1986 di Stadion Azteca, Maradona mencetak dua gol yang sangat berbeda.

Gol pertama kemudian dikenal sebagai “Hand of God”.

Maradona menggunakan tangan untuk mengarahkan bola melewati kiper Inggris Peter Shilton. Wasit mengesahkan gol tersebut.

Maradona sendiri kemudian mengatakan bahwa gol itu terjadi “sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan”.

Kontroversi tersebut tidak pernah hilang dari sejarah Piala Dunia.

Namun, hanya beberapa menit kemudian, Maradona menciptakan gol yang justru dianggap sebagai salah satu gol terbaik sepanjang masa.

“Goal of the Century”

Beberapa menit setelah gol kontroversial tersebut, Maradona menerima bola di wilayah pertahanannya sendiri dan mulai menggiringnya melewati pemain-pemain Inggris.

Ia melewati beberapa lawan sebelum mengecoh kiper Peter Shilton dan mencetak gol.

FIFA kemudian memasukkan aksi tersebut sebagai Gol Terbaik Piala Dunia FIFA Abad Ini.

Dua gol dalam pertandingan yang sama tersebut menjadi gambaran sempurna mengenai Maradona.

Satu memperlihatkan sisi kontroversialnya.

Yang lainnya menunjukkan kejeniusannya.

Argentina menang 2-1 dan melaju ke semifinal.

Membawa Argentina Menjadi Juara Dunia

Setelah mengalahkan Belgia di semifinal, Argentina menghadapi Jerman Barat di final pada 29 Juni 1986.

Pertandingan berlangsung dramatis.

Argentina sempat unggul 2-0, kemudian Jerman Barat menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pada akhirnya, Jorge Burruchaga mencetak gol kemenangan Argentina setelah menerima umpan Maradona.

Argentina menang 3-2.

Maradona kemudian mengangkat trofi Piala Dunia sebagai kapten.

FIFA mencatat bahwa dari 14 gol Argentina di turnamen tersebut, Maradona terlibat langsung dalam 10 gol melalui gol dan assist.

Itulah sebabnya Piala Dunia 1986 sering dianggap sebagai puncak karier Maradona.

Piala Dunia 1990: Hampir Mengulang Kesuksesan

Empat tahun kemudian, Maradona kembali memimpin Argentina di Piala Dunia 1990 di Italia.

Kondisinya sudah berbeda.

Maradona tetap menjadi pusat permainan Argentina, tetapi performanya tidak lagi sama seperti 1986.

Meski begitu, Argentina mampu melaju hingga final.

Mereka akhirnya kalah 0-1 dari Jerman Barat melalui penalti Andreas Brehme.

Dengan hasil tersebut, Maradona harus puas menjadi runner-up Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah sebelumnya tampil sebagai juara.

FIFA mencatat bahwa Maradona membawa Argentina menjadi juara pada 1986 dan runner-up pada 1990.

Piala Dunia 1994 dan Akhir Karier Internasional

Maradona masih bermain untuk Argentina pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Namun, turnamen tersebut berakhir secara kontroversial.

Setelah Argentina memainkan dua pertandingan fase grup, Maradona gagal dalam tes doping dan dikeluarkan dari turnamen.

Itu menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia.

Secara keseluruhan, Maradona tampil dalam empat edisi Piala Dunia: 1982, 1986, 1990 dan 1994. FIFA mencatat perjalanan tersebut sebagai bagian penting dari warisannya di turnamen terbesar sepak bola dunia.

Kehidupan Setelah Napoli

Setelah meninggalkan Napoli, karier Maradona memasuki fase yang jauh lebih sulit.

Ia sempat kembali ke Spanyol bersama Sevilla, kemudian bermain untuk Newell's Old Boys sebelum kembali ke Boca Juniors.

Kariernya sebagai pemain akhirnya berakhir pada 1997.

Setelah pensiun, Maradona mencoba berbagai peran sebagai pelatih dan figur publik sepak bola.

Ia sempat menangani beberapa klub dan kemudian mendapat kesempatan melatih tim nasional Argentina pada 2008–2010.

Sebagai pelatih Argentina, ia membawa tim tersebut ke Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, tetapi perjalanan mereka berakhir di perempat final setelah kalah dari Jerman.

Gaya Bermain Diego Maradona

Salah satu alasan Maradona tetap dikenang adalah gaya bermainnya yang sangat khas.

Ia memiliki beberapa kemampuan yang membuatnya berbeda:

  • Kontrol bola: bola seolah selalu berada dekat dengan kaki kirinya.
  • Dribel: mampu melewati beberapa pemain dalam ruang sempit.
  • Keseimbangan: tubuhnya yang relatif pendek justru membantu menjaga keseimbangan saat menerima kontak lawan.
  • Visi: mampu melihat ruang dan rekan setim sebelum lawan menyadarinya.
  • Umpan: bukan hanya pencetak gol, tetapi juga kreator serangan.
  • Bola mati: tendangan bebas dan kemampuan mengolah bola menjadi salah satu senjatanya.
  • Mental kompetitif: Maradona sering bermain dengan emosi yang sangat tinggi.

FIFA mencatat bahwa di Piala Dunia 1986 saja Maradona menjadi pemain yang paling sering dilanggar, dengan 53 pelanggaran yang diterimanya sepanjang turnamen.

Angka tersebut menggambarkan bagaimana lawan berusaha menghentikannya.

Statistik Maradona di Piala Dunia

Piala Dunia Penampilan Gol Catatan
1982 5 2 Debut Piala Dunia
1986 7 5 Juara dan Golden Ball
1990 7 0 Runner-up
1994 2 1 Penampilan terakhir
Total 21 8 4 edisi Piala Dunia

Maradona tampil dalam empat edisi Piala Dunia dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah turnamen.

Khusus 1986, catatannya sangat istimewa: 5 gol dan 5 assist serta gelar pemain terbaik turnamen.

Warisan Diego Maradona di Napoli

Pengaruh Maradona terhadap Napoli bahkan masih terasa puluhan tahun setelah ia meninggalkan klub.

Napoli kembali menjuarai Serie A pada 2023. Itu merupakan Scudetto pertama mereka setelah 1990, tahun terakhir ketika Napoli era Maradona menjadi juara. Klub sendiri menyebut keberhasilan 2023 sebagai gelar yang datang 33 tahun setelah Scudetto terakhir pada 1990.

Pada 2020, stadion yang dahulu bernama San Paolo juga resmi menggunakan nama Diego Armando Maradona.

Dengan demikian, Maradona tidak hanya menjadi legenda masa lalu. Namanya secara resmi menjadi bagian dari identitas salah satu klub terbesar Italia.

Meninggal Dunia pada 2020

Diego Maradona meninggal dunia pada 25 November 2020, dalam usia 60 tahun.

Kepergiannya memicu penghormatan besar dari dunia sepak bola.

Argentina menetapkan masa berkabung nasional, sementara Napoli memberikan penghormatan kepada sosok yang telah menjadi simbol klub selama beberapa dekade.

Warisan Maradona kemudian terus dirawat melalui berbagai penghormatan, termasuk perubahan nama stadion Napoli.

Fakta Menarik Diego Maradona

  1. Maradona lahir pada 30 Oktober 1960.
  2. Ia melakukan debut profesional sebelum berusia 16 tahun.
  3. Ia memenangkan gelar liga Argentina bersama Boca Juniors.
  4. Ia bermain untuk Barcelona sebelum bergabung dengan Napoli.
  5. Ia membawa Napoli meraih dua Scudetto.
  6. Napoli juga memenangkan Piala UEFA pada era Maradona.
  7. Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 dengan Maradona sebagai kapten.
  8. Maradona mencetak dua gol yang sangat terkenal melawan Inggris pada 1986.
  9. Ia memenangkan adidas Golden Ball pada Piala Dunia 1986.
  10. Ia tampil dalam empat Piala Dunia.
  11. Stadion Napoli kemudian diberi nama Stadio Diego Armando Maradona.

FAQ Diego Maradona

Siapa Diego Maradona?

Diego Armando Maradona adalah legenda sepak bola Argentina yang bermain sebagai gelandang serang dan penyerang. Ia dikenal luas karena keberhasilannya membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 dan Napoli meraih sejumlah gelar besar.

Mengapa Maradona dianggap legenda Argentina?

Karena ia menjadi pemain utama Argentina ketika menjuarai Piala Dunia 1986. Maradona mencetak lima gol dan membuat lima assist dalam turnamen tersebut serta memenangkan Golden Ball sebagai pemain terbaik.

Berapa kali Maradona memenangkan Piala Dunia?

Maradona memenangkan satu Piala Dunia, yakni edisi 1986 bersama Argentina. Pada 1990 ia membawa Argentina hingga final, tetapi kalah dari Jerman Barat.

Berapa Scudetto yang dimenangkan Maradona bersama Napoli?

Maradona memenangkan dua Scudetto bersama Napoli, yaitu pada musim 1986/1987 dan 1989/1990.

Mengapa stadion Napoli dinamai Diego Maradona?

Setelah Maradona meninggal pada 25 November 2020, Stadion San Paolo di Napoli berganti nama menjadi Stadio Diego Armando Maradona pada Desember 2020 sebagai penghormatan terhadap legenda klub tersebut.

Apa itu “Gol Tangan Tuhan”?

“Hand of God” adalah julukan untuk gol Maradona ke gawang Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986 yang tercipta setelah ia menggunakan tangannya untuk mengarahkan bola ke gawang. Beberapa menit kemudian ia mencetak gol spektakuler yang kemudian dikenal sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia.

Kesimpulan

Diego Maradona adalah salah satu tokoh yang pengaruhnya terhadap sepak bola sulit dipisahkan dari dua tempat: Argentina dan Napoli.

Di Argentina, ia mencapai puncak karier pada Piala Dunia 1986. Dengan lima gol, lima assist dan gelar Golden Ball, Maradona memainkan peran sentral dalam keberhasilan negaranya menjadi juara dunia.

Di Napoli, ia membantu klub memenangkan dua Scudetto, Coppa Italia dan Piala UEFA, sekaligus mengubah posisi Napoli dalam peta sepak bola Italia. Bahkan puluhan tahun setelah kepergiannya, stadion klub tersebut menyandang namanya.

Karier Maradona memang tidak sempurna. Ada kontroversi dan masa-masa sulit yang menjadi bagian dari kisah hidupnya. Namun, ketika berbicara tentang kemampuan mengubah sebuah pertandingan, membawa klub menembus batas sejarah, dan menjadi simbol bagi sebuah kota serta negara, nama Diego Maradona tetap berada di antara legenda terbesar sepak bola dunia.

Artikel Terkait

Para Tokoh di Balik Kesuksesan TikTok dan ByteDance
Profil Hendrik Polisar - Karier, Pendidikan, dan Perannya di Mayora
15 Tokoh di Balik Lahirnya Bitcoin dan Revolusi Cryptocurrency
Prof. Dr. Haryono Suyono: Tokoh di Balik Hari Keluarga Nasional dan Program KB Indonesia
Para tokoh di Balik Lahirnya Teknologi Seluler, dari Telepon Genggam hingga Jaringan 5G

Baca Juga:

Type above and press Enter to search.