16 Pahlawan Nasional Asal Jawa Barat dan Profil Singkatnya
Jawa Barat memiliki banyak tokoh yang berperan dalam sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, pendidikan, hukum, diplomasi, hingga perjuangan sosial.
Sebagian di antaranya kemudian mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, yaitu penghargaan negara yang diberikan kepada tokoh yang berjasa bagi bangsa dan negara.
Jumlah Pahlawan Nasional asal Jawa Barat terus bertambah. Salah satu penambahan terbaru adalah Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2025. Pemerintah menetapkannya dalam bidang perjuangan hukum dan politik.
Berikut daftar Pahlawan Nasional asal Jawa Barat beserta profil singkatnya.
Daftar Pahlawan Nasional Asal Jawa Barat
Berdasarkan daftar yang dihimpun dari sumber pemerintah dan pemberitaan mengenai Pahlawan Nasional Jawa Barat, terdapat 16 tokoh yang telah memperoleh gelar tersebut hingga 2025.
| No. | Nama | Asal/Kaitan dengan Jawa Barat |
|---|---|---|
| 1 | Ir. H. Djuanda Kartawidjaja | Tasikmalaya |
| 2 | Dr. Koesoemah Atmadja, SH | Sumedang |
| 3 | Laksamana Laut R.E. Martadinata | Bandung |
| 4 | Raden Dewi Sartika | Cicalengka |
| 5 | KH Zainal Mustofa | Tasikmalaya |
| 6 | R. Otto Iskandardinata | Bandung |
| 7 | Prof. Mr. RH Iwa Kusuma Sumantri | Ciamis |
| 8 | Maskoen Soemadiredja | Bandung |
| 9 | Gatot Mangkupradja | Sumedang |
| 10 | KH Noer Ali | Bekasi |
| 11 | KH Abdul Halim | Majalengka |
| 12 | Prof. Mr. Ahmad Subardjo | Karawang |
| 13 | Syafruddin Prawiranegara | Banten/Jawa Barat historis |
| 14 | KH Ahmad Sanusi | Sukabumi |
| 15 | KH Abdul Chalim | Majalengka |
| 16 | Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja | Jawa Barat |
Daftar 14 nama sebelum penambahan KH Abdul Chalim dan Mochtar Kusumaatmadja tercatat dalam berbagai sumber Jawa Barat. KH Abdul Chalim kemudian memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 2023, sedangkan Mochtar Kusumaatmadja mendapatkannya pada 2025.
Catatan: Istilah "asal Jawa Barat" dapat menggunakan pendekatan yang berbeda, misalnya tempat lahir, daerah asal keluarga, atau keterkaitan historis dengan Jawa Barat. Karena itu, beberapa sumber dapat memberikan daftar yang sedikit berbeda.
1. Ir. H. Djuanda Kartawidjaja
Ir. H. Djuanda Kartawidjaja merupakan tokoh kelahiran Tasikmalaya yang memiliki peran penting dalam pemerintahan Indonesia setelah kemerdekaan.
Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan kemudian menjadi Perdana Menteri Indonesia.
Namanya sangat erat dengan Deklarasi Djuanda, yang menjadi salah satu tonggak penting dalam memperjuangkan konsep Indonesia sebagai negara kepulauan.
Deklarasi tersebut menegaskan bahwa laut di antara pulau-pulau Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Indonesia.
2. Dr. Koesoemah Atmadja, SH
Dr. Koesoemah Atmadja merupakan tokoh hukum yang turut berperan dalam masa awal pembentukan negara Indonesia.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam proses pembentukan lembaga peradilan dan sistem hukum Indonesia setelah kemerdekaan.
Namanya juga berkaitan dengan perkembangan institusi hukum pada masa awal Republik Indonesia.
3. Laksamana Laut R.E. Martadinata
Laksamana Laut R.E. Martadinata atau Eddy Martadinata lahir di Bandung pada 29 Maret 1921.
Ia merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.
Namanya juga digunakan sebagai nama jalan di Bandung, yaitu Jalan R.E. Martadinata.
4. Raden Dewi Sartika
Raden Dewi Sartika lahir di Cicalengka pada 4 Desember 1884.
Ia dikenal sebagai tokoh pendidikan yang memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan.
Pada 1904, Dewi Sartika mendirikan Sakola Istri di Bandung. Sekolah tersebut kemudian berkembang dan dikenal sebagai Sekolah Kaoetamaan Istri.
Perjuangannya di bidang pendidikan membuat Dewi Sartika menjadi salah satu tokoh perempuan penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.
Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1966.
5. KH Zainal Mustofa
KH Zainal Mustofa merupakan tokoh perjuangan dari Tasikmalaya.
Ia mendirikan Pesantren Sukamanah dan dikenal karena sikapnya menentang pemerintahan kolonial serta pendudukan Jepang.
Pada masa pendudukan Jepang, sikap penolakannya kemudian memicu perlawanan di Sukamanah.
KH Zainal Mustofa merupakan salah satu tokoh Pahlawan Nasional dari Jawa Barat.
6. R. Otto Iskandardinata
R. Otto Iskandardinata merupakan tokoh perjuangan yang berasal dari Jawa Barat.
Ia dikenal dengan julukan Si Jalak Harupat dan aktif dalam pergerakan nasional.
Otto Iskandardinata juga terlibat dalam perjuangan politik menjelang dan setelah kemerdekaan Indonesia.
Namanya kini diabadikan sebagai Jalan Otto Iskandardinata atau Otista, antara lain di Bandung.
7. Prof. Mr. RH Iwa Kusuma Sumantri
Iwa Kusuma Sumantri lahir di Ciamis pada 1899.
Ia dikenal sebagai ahli hukum, aktivis kemerdekaan, politikus dan pengarang.
Iwa pernah menduduki jabatan menteri pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
Ia juga dikenal sebagai tokoh yang berperan dalam perkembangan pemikiran politik dan hukum Indonesia.
Iwa Kusuma Sumantri kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
8. Maskoen Soemadiredja
Maskoen Soemadiredja merupakan salah satu tokoh pergerakan nasional asal Jawa Barat.
Ia aktif dalam organisasi dan pergerakan politik pada masa sebelum kemerdekaan.
Namanya termasuk dalam daftar Pahlawan Nasional asal Jawa Barat yang memperoleh gelar tersebut pada 2004.
9. Gatot Mangkupradja
Gatot Mangkupradja merupakan tokoh pergerakan nasional yang berasal dari Jawa Barat.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam pergerakan kebangsaan pada masa sebelum Indonesia merdeka.
Gatot Mangkupradja ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2004, bersamaan dengan Maskoen Soemadiredja.
10. KH Noer Ali
Kiai Haji Noer Ali merupakan tokoh perjuangan yang lahir di Bekasi.
Ia dikenal sebagai ulama sekaligus pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pada masa Revolusi Nasional Indonesia, KH Noer Ali terlibat dalam perjuangan di wilayah Karawang-Bekasi.
Perannya membuat namanya dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan Jawa Barat.
11. KH Abdul Halim
KH Abdul Halim merupakan tokoh ulama dan pergerakan dari Majalengka.
Ia dikenal karena kiprahnya dalam bidang pendidikan, keagamaan dan pergerakan kebangsaan.
KH Abdul Halim juga merupakan pendiri organisasi Persatuan Ummat Islam (PUI).
Atas perjuangan dan pengabdiannya, KH Abdul Halim ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
12. Prof. Mr. Ahmad Subardjo
Ahmad Subardjo lahir di Karawang pada 23 Maret 1896.
Ia merupakan tokoh pergerakan kemerdekaan, diplomat dan pejabat pemerintahan.
Ahmad Subardjo dikenal sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama.
Ia juga memiliki peran dalam rangkaian peristiwa menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Ahmad Subardjo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2009.
13. Syafruddin Prawiranegara
Syafruddin Prawiranegara merupakan tokoh politik dan pejuang yang memiliki peran penting dalam mempertahankan keberlangsungan pemerintahan Republik Indonesia.
Ia dikenal terutama karena pernah memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika para pemimpin Republik ditawan Belanda pada Agresi Militer Belanda II.
Syafruddin Prawiranegara kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
14. KH Ahmad Sanusi
KH Ahmad Sanusi lahir di Sukabumi pada 18 September 1889.
Ia merupakan ulama dan tokoh pergerakan yang pernah menjadi anggota BPUPKI.
Ahmad Sanusi juga mendirikan Persatuan Umat Islam (PUI).
Ia sempat mengalami penahanan oleh pemerintah kolonial Belanda karena aktivitas perjuangannya.
Pada 2022, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Ahmad Sanusi. Kementerian Sosial mencatat ahli waris KH Ahmad Sanusi sebagai penerima undangan dalam upacara penganugerahan gelar tersebut pada 6 November 2022.
15. KH Abdul Chalim
KH Abdul Chalim merupakan ulama dan tokoh perjuangan yang berasal dari Majalengka, Jawa Barat.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam sejarah Nahdlatul Ulama dan perjuangan kebangsaan.
Gelar Pahlawan Nasional kepada KH Abdul Chalim menambah jumlah Pahlawan Nasional asal Jawa Barat menjadi 15 sebelum penetapan Mochtar Kusumaatmadja pada 2025.
16. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja
Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja merupakan tokoh hukum internasional dan diplomat asal Jawa Barat.
Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
Mochtar dikenal luas karena pemikirannya mengenai hukum laut dan konsep negara kepulauan Indonesia.
Pada 10 November 2025, Presiden Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepadanya dalam bidang perjuangan hukum dan politik. Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025.
Pemerintah juga menyebut kontribusi Mochtar dalam pengembangan konsep negara kepulauan yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjuangan Indonesia mengenai hukum laut.
Apakah Mohammad Toha Pahlawan Nasional?
Nama Mohammad Toha sering muncul dalam daftar pahlawan atau tokoh perjuangan asal Bandung karena perannya dalam Bandung Lautan Api.
Ia dikenal sebagai komandan Barisan Rakjat Indonesia dan gugur dalam perjuangan pada masa Revolusi Kemerdekaan.
Namun, artikel ini membedakan antara Pahlawan Nasional yang telah memperoleh gelar resmi dan tokoh perjuangan yang dikenal sebagai pahlawan dalam pengertian umum.
Karena itu, Mohammad Toha tidak dimasukkan ke dalam daftar 16 Pahlawan Nasional di atas.
Apakah Dewi Sartika Termasuk Pahlawan Nasional?
Ya.
Raden Dewi Sartika merupakan Pahlawan Nasional Indonesia dan termasuk tokoh asal Jawa Barat yang dikenal terutama melalui perjuangannya dalam pendidikan perempuan.
Ia mendirikan Sakola Istri di Bandung pada 1904 dan kemudian sekolah tersebut berkembang menjadi Sekolah Kaoetamaan Istri.
Siapa Pahlawan Nasional Terbaru dari Jawa Barat?
Untuk penetapan terbaru hingga 2025, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja merupakan Pahlawan Nasional dari Jawa Barat yang memperoleh gelar pada 10 November 2025. Ia merupakan salah satu dari 10 tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun tersebut.
Sebelumnya, KH Abdul Chalim memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 2023.
Apakah Raden Ayu Lasminingrat Pahlawan Nasional?
Raden Ayu Lasminingrat merupakan tokoh penting dalam sejarah pendidikan perempuan di Garut dan pernah diusulkan untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional.
Namun, ia tidak termasuk dalam daftar 16 Pahlawan Nasional Jawa Barat yang digunakan dalam artikel ini.
Lasminingrat dikenal karena mendirikan Sakola Kautamaan Istri di Garut pada 1907 dan kontribusinya dalam pendidikan serta literasi perempuan.
Dengan demikian, lebih tepat menyebutnya sebagai tokoh pendidikan dan perjuangan perempuan asal Jawa Barat, bukan memasukkannya ke dalam daftar Pahlawan Nasional.
Tokoh Jawa Barat yang Bukan Pahlawan Nasional
Istilah "pahlawan Jawa Barat" sering digunakan secara luas untuk menyebut tokoh yang berjasa dalam sejarah daerah maupun Indonesia.
Beberapa nama yang dapat ditempatkan dalam kategori tersebut antara lain:
- Mohammad Toha
- Raden Ayu Lasminingrat
- Suwarsih Djojopuspito
- Raden Siti Jenab
- Ki Bagus Rangin
- Emma Poeradiredja
Mereka memiliki kiprah historis masing-masing dalam perjuangan, pendidikan, organisasi, literasi atau kehidupan sosial.
Namun, status tokoh perjuangan tidak otomatis sama dengan gelar Pahlawan Nasional. Pembedaan ini penting agar daftar tidak mencampurkan penghargaan resmi negara dengan penggunaan istilah pahlawan dalam arti umum.
Perbedaan Pahlawan Nasional dan Tokoh Perjuangan
Secara sederhana:
Pahlawan Nasional adalah tokoh yang telah memperoleh gelar resmi dari negara.
Sementara tokoh perjuangan adalah istilah yang lebih luas untuk orang yang memiliki kontribusi penting dalam perjuangan, pendidikan, sosial, kebudayaan atau pembangunan bangsa tetapi belum tentu memiliki gelar Pahlawan Nasional.
Perbedaan tersebut penting terutama ketika membuat daftar berdasarkan wilayah.
Kesimpulan
Jawa Barat memiliki banyak tokoh yang berperan dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Hingga 2025, terdapat 16 tokoh asal atau berkaitan dengan Jawa Barat yang tercatat sebagai Pahlawan Nasional, termasuk Mochtar Kusumaatmadja yang memperoleh gelar tersebut pada 10 November 2025.
Tokoh-tokoh tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerintahan, hukum, pendidikan, agama, militer, diplomasi hingga pergerakan kemerdekaan.
Di luar daftar Pahlawan Nasional, masih terdapat banyak tokoh Jawa Barat yang memiliki kontribusi historis, seperti Mohammad Toha dan Raden Ayu Lasminingrat. Karena itu, pembahasan mengenai tokoh pahlawan Jawa Barat sebaiknya membedakan antara gelar Pahlawan Nasional dan tokoh perjuangan atau tokoh daerah.
FAQ Pahlawan Nasional Jawa Barat
Siapa Pahlawan Nasional terbaru dari Jawa Barat?
Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025.
Berapa jumlah Pahlawan Nasional asal Jawa Barat?
Hingga 2025, jumlahnya 16 tokoh berdasarkan daftar yang dilaporkan dan setelah penetapan Mochtar Kusumaatmadja.
Siapa Pahlawan Nasional perempuan dari Jawa Barat?
Salah satu yang paling dikenal adalah Raden Dewi Sartika, tokoh pendidikan perempuan dari Cicalengka.
Apakah Mohammad Toha Pahlawan Nasional?
Mohammad Toha merupakan tokoh perjuangan yang sangat dikenal karena perannya dalam Bandung Lautan Api, tetapi ia tidak termasuk dalam daftar 16 Pahlawan Nasional yang digunakan dalam artikel ini.
Apakah Lasminingrat Pahlawan Nasional?
Lasminingrat merupakan tokoh pendidikan dan perjuangan perempuan dari Garut yang pernah diusulkan memperoleh gelar Pahlawan Nasional, tetapi tidak termasuk dalam daftar Pahlawan Nasional Jawa Barat dalam artikel ini.