Para Pemimpin Samsung yang Membentuk Perusahaan dari 1938 hingga Kini
Samsung bukan sekadar produsen smartphone atau televisi. Di balik nama besar tersebut terdapat perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah perusahaan perdagangan kecil di Korea pada 1938 hingga berkembang menjadi salah satu konglomerat teknologi terbesar di dunia.
Transformasi tersebut berlangsung melalui beberapa generasi kepemimpinan. Setiap pemimpin membawa visi yang berbeda, mulai dari membangun fondasi bisnis, mengubah standar kualitas, memperluas ekspansi global, hingga memimpin persaingan di era kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.
Berikut para pemimpin yang berperan penting dalam membentuk Samsung selama lebih dari delapan dekade.
Sekilas Tentang Samsung
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Berdiri | 1 Maret 1938 |
| Pendiri | Lee Byung-chul |
| Kantor pusat | Suwon, Korea Selatan (Samsung Electronics) |
| Bidang usaha | Elektronik, semikonduktor, perangkat seluler, layar, peralatan rumah tangga, AI |
| Chairman Samsung Electronics | Lee Jae-yong |
| CEO Samsung Electronics | Young Hyun Jun dan TM Roh (co-CEO) |
Samsung Group kini memiliki berbagai anak perusahaan, namun Samsung Electronics merupakan unit bisnis terbesar dan menjadi wajah utama perusahaan di pasar global.
Lee Byung-chul, Pendiri yang Memulai Samsung dari Perusahaan Dagang
Samsung didirikan oleh Lee Byung-chul pada 1 Maret 1938 di Daegu, Korea.
Pada awalnya, Samsung bukan perusahaan elektronik. Bisnis pertamanya bergerak di bidang perdagangan bahan makanan, mi kering, ikan kering, buah-buahan, dan berbagai kebutuhan ekspor.
Nama Samsung sendiri berarti "Tiga Bintang" dalam bahasa Korea, yang melambangkan kebesaran, kekuatan, dan keberlangsungan.
Setelah Perang Korea, Lee Byung-chul mulai melakukan diversifikasi ke berbagai sektor, termasuk tekstil, asuransi, konstruksi, hingga elektronik.
Keputusan tersebut menjadi fondasi lahirnya Samsung modern.
Lee Byung-chul Membawa Samsung Masuk ke Industri Elektronik
Pada akhir 1960-an, Samsung mulai memasuki industri elektronik melalui pembentukan Samsung Electronics.
Produk-produk awal meliputi televisi hitam putih, kulkas, mesin cuci, dan peralatan rumah tangga.
Langkah ini kemudian menjadi titik balik terbesar dalam sejarah perusahaan.
Lee Kun-hee, Arsitek Transformasi Global Samsung
Setelah wafatnya Lee Byung-chul pada 1987, kepemimpinan beralih kepada putranya, Lee Kun-hee.
Di bawah kepemimpinannya, Samsung mengalami perubahan besar.
Deklarasi "New Management"
Pada 1993, Lee Kun-hee memperkenalkan strategi New Management.
Pesan terkenalnya kepada para eksekutif berbunyi:
"Ubah semuanya kecuali istri dan anak."
Filosofi tersebut mendorong Samsung meninggalkan strategi produksi massal berbiaya murah dan beralih menjadi perusahaan yang mengutamakan kualitas, desain, inovasi, dan teknologi.
Transformasi inilah yang membuat Samsung mulai mampu bersaing dengan perusahaan teknologi Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. ([Samsung][1])
Era Keemasan Samsung
Selama kepemimpinan Lee Kun-hee, Samsung berhasil:
- menjadi pemimpin global industri televisi;
- memperkuat posisi sebagai produsen chip memori terbesar;
- membangun reputasi Galaxy sebagai salah satu lini smartphone terbesar di dunia;
- memperluas investasi pada penelitian dan pengembangan (R&D).
Banyak pengamat menilai Lee Kun-hee sebagai tokoh yang mengubah Samsung dari perusahaan regional menjadi merek global.
Lee Jae-yong, Memimpin Samsung di Era AI
Setelah Lee Kun-hee meninggal dunia pada 2020, kepemimpinan Samsung secara bertahap diteruskan oleh putranya, Lee Jae-yong, yang resmi diangkat sebagai Executive Chairman Samsung Electronics pada 2022.
Fokus pada AI dan Semikonduktor
Di bawah kepemimpinan Lee Jae-yong, Samsung menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Persaingan kini tidak hanya datang dari Apple di pasar smartphone, tetapi juga dari perusahaan semikonduktor dan AI seperti TSMC, SK Hynix, NVIDIA, serta produsen perangkat asal China.
Karena itu, Samsung memperbesar investasi pada:
- AI;
- chip memori berperforma tinggi (HBM);
- foundry;
- komputasi masa depan;
- robotika;
- kesehatan digital.
Strategi tersebut diharapkan memperkuat posisi Samsung dalam industri teknologi generasi berikutnya.
TM Roh, Sosok di Balik Galaxy Modern
Nama TM Roh (Roh Tae-moon) mungkin tidak seterkenal Lee Jae-yong, tetapi perannya sangat besar bagi bisnis smartphone Samsung.
Ia bergabung dengan Samsung pada 1997 dan dikenal sebagai insinyur yang lama terlibat dalam pengembangan perangkat seluler.
Sejak memimpin divisi Mobile eXperience (MX), TM Roh mengarahkan pengembangan berbagai lini Galaxy, termasuk:
- Galaxy S;
- Galaxy Z Fold;
- Galaxy Z Flip;
- integrasi Galaxy AI.
Pada 2025, Samsung mengangkat TM Roh sebagai co-CEO sekaligus tetap memimpin divisi Mobile eXperience.
Young Hyun Jun, Memimpin Bisnis Chip Samsung
Di tengah meningkatnya kebutuhan chip AI, Samsung menunjuk Young Hyun Jun sebagai CEO sekaligus pemimpin Device Solutions (DS) yang membawahi bisnis semikonduktor.
Sebelumnya, ia pernah memimpin Samsung SDI dan bisnis memori Samsung.
Pengalamannya di sektor chip dinilai penting untuk memperkuat daya saing Samsung dalam menghadapi permintaan memori AI dan layanan foundry.
Jong-Hee Han, Pemimpin yang Membawa Samsung Menjadi Raja TV Dunia
Nama Jong-Hee Han juga memiliki tempat penting dalam sejarah Samsung.
Ia menghabiskan sebagian besar kariernya di divisi televisi dan berkontribusi besar mempertahankan posisi Samsung sebagai produsen TV nomor satu dunia selama bertahun-tahun.
Pada 2022, ia diangkat sebagai Vice Chairman dan CEO Samsung Electronics.
Namun, pada Maret 2025, Jong-Hee Han meninggal dunia akibat serangan jantung. Setelah itu, struktur kepemimpinan Samsung kembali disesuaikan dan tanggung jawab CEO dialihkan kepada Young Hyun Jun sebelum kemudian TM Roh ditunjuk sebagai co-CEO pada akhir tahun.
Kepemimpinan Samsung Terus Berubah Mengikuti Industri
Salah satu kekuatan Samsung adalah kemampuannya menyesuaikan kepemimpinan dengan tantangan zaman.
- Era Lee Byung-chul berfokus membangun fondasi bisnis.
- Era Lee Kun-hee menitikberatkan pada kualitas dan ekspansi global.
- Era Lee Jae-yong diarahkan pada AI, semikonduktor, dan transformasi digital.
- Para CEO profesional seperti TM Roh dan Young Hyun Jun memimpin unit bisnis yang semakin kompleks.
Model ini memungkinkan Samsung tetap bergerak cepat di tengah perubahan teknologi.
Para Pemimpin Penting Samsung
| Tokoh | Peran |
|---|---|
| Lee Byung-chul | Pendiri Samsung |
| Lee Kun-hee | Chairman yang mentransformasi Samsung menjadi merek global |
| Lee Jae-yong | Executive Chairman Samsung Electronics |
| TM Roh | Co-CEO, Head of Mobile eXperience |
| Young Hyun Jun | Vice Chairman, Co-CEO, Head of Device Solutions |
| Jong-Hee Han | Mantan Vice Chairman & CEO, tokoh penting bisnis TV Samsung |
Fakta Menarik
- Samsung berdiri pada 1938 sebagai perusahaan perdagangan, bukan perusahaan elektronik.
- Nama "Samsung" berarti "Tiga Bintang" dalam bahasa Korea.
- Samsung Electronics baru dibentuk pada akhir 1960-an.
- Deklarasi "New Management" tahun 1993 menjadi salah satu titik balik terpenting dalam sejarah perusahaan.
- Samsung kini menjadi salah satu produsen chip memori terbesar di dunia sekaligus pemain utama di pasar smartphone premium.
FAQ
Siapa pendiri Samsung?
Samsung didirikan oleh Lee Byung-chul pada 1938 di Daegu, Korea Selatan.
Siapa Chairman Samsung saat ini?
Chairman Samsung Electronics saat ini adalah Lee Jae-yong, yang diangkat pada 2022.
Siapa CEO Samsung Electronics?
Saat ini Samsung Electronics dipimpin oleh Young Hyun Jun dan TM Roh sebagai co-CEO.
Mengapa Lee Kun-hee dianggap penting?
Lee Kun-hee memperkenalkan strategi New Management yang mengubah Samsung dari produsen elektronik berbiaya rendah menjadi perusahaan yang dikenal karena kualitas, inovasi, dan teknologi.
Siapa TM Roh?
TM Roh adalah eksekutif yang memimpin divisi Mobile eXperience dan berperan besar dalam pengembangan lini smartphone Galaxy, termasuk perangkat lipat dan fitur Galaxy AI.
Kesimpulan
Perjalanan Samsung selama lebih dari delapan dekade menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Lee Byung-chul membangun fondasi bisnis, Lee Kun-hee mentransformasi Samsung menjadi merek global, sementara Lee Jae-yong mengarahkan perusahaan menghadapi era AI dan semikonduktor. Di sisi operasional, pemimpin seperti TM Roh dan Young Hyun Jun memainkan peran penting dalam menjaga daya saing Samsung di pasar perangkat pintar dan chip. Kombinasi kepemimpinan keluarga pendiri dan eksekutif profesional inilah yang membentuk Samsung menjadi salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia.