Your 1st Ads Here

Tokoh yang Pernah Ada pada Mata Uang Rupiah Indonesia

Unveiling the Crisis of Plastic Pollution: Analyzing Its Profound Impact on the Environment

Tokoh pada mata uang rupiah adalah individu bersejarah yang jasanya diakui negara dan dicetak pada uang resmi Republik Indonesia. Bank Indonesia menampilkan tokoh untuk merepresentasikan perjuangan, pendidikan, budaya, dan persatuan nasional.


Mengapa tokoh tertentu dipilih untuk mata uang rupiah?

Bank Indonesia memilih tokoh berdasarkan jasa nasional, pengaruh sejarah, dan representasi kebinekaan. Tokoh harus memiliki rekam jejak kuat, diakui negara, dan relevan dengan identitas Indonesia.


Siapa tokoh pahlawan nasional pada uang kertas rupiah?

Tokoh pada uang rupiah didominasi pahlawan nasional karena kontribusinya bersifat fundamental bagi negara. Setiap tokoh muncul pada pecahan dan seri berbeda.


Timeline Lengkap Tokoh Pahlawan pada Mata Uang Rupiah Indonesia (1950–2022)

Apa cakupan timeline tokoh pada uang rupiah?

Timeline ini mencakup uang kertas dan koin rupiah sejak awal kemerdekaan hingga emisi reguler terbaru 2022. Data mengikuti arsip Bank Indonesia dan referensi sejarah resmi.


Tokoh apa yang muncul pada rupiah awal kemerdekaan 1950–1968

Uang periode awal lebih menekankan simbol negara, bukan tokoh individual. Penggunaan wajah pahlawan masih terbatas dan belum konsisten.

Ciri utama periode ini:

  • Fokus simbol negara dan teks
  • Tokoh belum distandardisasi
  • Banyak seri darurat dan lokal

Tokoh pada uang rupiah era Orde Baru awal 1970–1989

Bank Indonesia mulai menampilkan pahlawan nasional secara sistematis.

Tokoh dan emisi utama:

  • Pattimura → Rp1.000 TE 1987
  • Teuku Umar → Rp5.000 TE 1979
  • Cut Nyak Dien → Rp10.000 TE 1979, 1985
  • Tuanku Imam Bonjol → Rp5.000 TE 1986

Semua seri ini telah dicabut dari peredaran.


Tokoh pada uang rupiah era 1990–1999

Periode ini memperluas representasi wilayah dan peran perempuan.

Tokoh utama:

  • R.A. Kartini → Rp5.000 TE 1992
  • Martha Christina Tiahahu → Rp1.000 TE 1992
  • Ki Hajar Dewantara → Rp20.000 TE 1998

Seluruh seri periode ini tidak lagi berlaku.


Tokoh yang muncul pada uanga rupiah era reformasi 2000–2015

Fokus berpindah pada pendidikan, pemikiran, dan perjuangan non-militer.

Tokoh penting:

  • Ki Hajar Dewantara → Rp20.000 TE 2004
  • R.A. Kartini → Rp10.000 TE 2004
  • Mohammad Hoesni Thamrin → Rp2.000 TE 2009

Seri ini kemudian digantikan desain baru.


Tokoh pada uang rupiah TE 2016?

Tahun Emisi 2016 menghadirkan satu seri nasional terpadu untuk uang kertas dan koin.

Uang kertas TE 2016:

  • Soekarno–Hatta → Rp100.000
  • Ir. H. Djuanda Kartawidjaja → Rp50.000
  • Dr. G.S.S.J. Ratulangi → Rp20.000
  • Frans Kaisiepo → Rp10.000
  • K.H. Idham Chalid → Rp5.000
  • Mohammad Hoesni Thamrin → Rp2.000
  • Cut Nyak Meutia → Rp1.000

Uang koin TE 2016:

  • I Gusti Ketut Pudja → Rp1.000
  • T.B. Simatupang → Rp500
  • Dr. Tjipto Mangunkusumo → Rp200
  • Herman Johannes → Rp100

Uang kertas TE 2016 dicabut dan diganti oleh TE 2022. Uang koin masih berlaku.


Tokoh pada uang rupiah TE 2022

Tahun Emisi 2022 tidak mengubah tokoh, hanya memperbarui warna, desain, dan fitur keamanan.

Tokoh pada uang kertas TE 2022:

  • Soekarno–Hatta → Rp100.000
  • Ir. H. Djuanda Kartawidjaja → Rp50.000
  • Dr. G.S.S.J. Ratulangi → Rp20.000
  • Frans Kaisiepo → Rp10.000
  • K.H. Idham Chalid → Rp5.000
  • Mohammad Hoesni Thamrin → Rp2.000
  • Cut Nyak Meutia → Rp1.000

Status: masih berlaku sebagai alat pembayaran sah.


Ringkasan Status Tokoh Berdasarkan Emisi

Tokoh yang masih beredar:

  • Soekarno – Hatta
  • Djuanda Kartawidjaja
  • Ratulangi
  • Frans Kaisiepo
  • Idham Chalid
  • Hoesni Thamrin
  • Cut Nyak Meutia

Tokoh historis yang sudah dicabut:

  • Ki Hajar Dewantara
  • R.A. Kartini
  • Cut Nyak Dien
  • Teuku Umar
  • Pattimura
  • Tuanku Imam Bonjol
  • Martha Christina Tiahahu

Type above and press Enter to search.

Ruang Iklan