Your 1st Ads Here

Bos Teknologi, Dulu Jadi Idola, Kini Kurang Dipercaya Anak Muda

Unveiling the Crisis of Plastic Pollution: Analyzing Its Profound Impact on the Environment

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin cepat ternyata tidak selalu diikuti meningkatnya kepercayaan terhadap para pemimpin perusahaan teknologi.

Survei CNBC Generation Labs menunjukkan sebagian besar anak muda justru masih skeptis terhadap kemampuan para bos perusahaan teknologi untuk mengembangkan AI secara bertanggung jawab.

Survei tersebut melibatkan 1.088 responden berusia 18-34 tahun. Para responden diminta menilai sejumlah pemimpin perusahaan teknologi dan AI, termasuk apakah mereka percaya tokoh-tokoh tersebut akan bertindak secara bertanggung jawab dalam pengembangan teknologi AI.

Hasilnya cukup mencolok. Bahkan pemimpin yang mendapatkan penilaian paling baik dalam survei tersebut masih lebih banyak mendapat respons tidak percaya dibandingkan percaya.

Satya Nadella Jadi Bos Teknologi yang Paling Dipercaya

CEO Microsoft Satya Nadella memperoleh penilaian paling baik di antara sejumlah tokoh yang disurvei.

Sebanyak 65% responden menyatakan tidak percaya kepada Nadella untuk bertindak secara bertanggung jawab dalam pengembangan AI. Sementara itu, 35% lainnya menyatakan percaya.

Meskipun demikian, posisi Nadella tetap menjadi yang paling baik dibandingkan tokoh teknologi lain dalam survei tersebut.

Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap pemimpin teknologi masih relatif rendah, bahkan kepada sosok yang memperoleh skor tertinggi.

Alex Karp Mendapat Tingkat Kepercayaan Terendah

CEO Palantir Alex Karp berada di posisi sebaliknya.

Sebanyak 81% responden menyatakan tidak percaya kepadanya dalam persoalan tanggung jawab pengembangan AI.

Angka tersebut menjadi tingkat ketidakpercayaan tertinggi di antara tokoh yang disebut dalam hasil survei.

Dengan kata lain, hanya sebagian kecil responden yang memberikan kepercayaan kepada Karp.

Sundar Pichai dan Dario Amodei Juga Kurang Dipercaya

CEO Alphabet Sundar Pichai juga mendapatkan tingkat ketidakpercayaan yang cukup tinggi.

Sebanyak 75% responden mengatakan tidak percaya kepada Pichai.

Sementara itu, pemimpin Anthropic Dario Amodei mendapatkan hasil yang hampir serupa.

Anthropic sendiri merupakan perusahaan AI yang tengah berkembang dan menjadi salah satu pemain penting dalam perkembangan teknologi AI generatif.

Namun, popularitas perusahaan maupun perkembangan teknologinya ternyata belum otomatis membuat tingkat kepercayaan terhadap pemimpinnya ikut tinggi.

Anak Muda Khawatir AI Berdampak pada Karier

Survei tersebut tidak hanya menanyakan pandangan responden terhadap para CEO perusahaan teknologi.

Mereka juga diminta memberikan pandangan mengenai dampak AI terhadap kehidupan dan karier.

Hasilnya menunjukkan adanya kekhawatiran yang cukup besar.

Sebanyak 45% responden mengatakan AI akan memberikan dampak negatif terhadap karier mereka.

Sebaliknya, hanya 10% yang percaya AI akan membantu karier mereka.

Temuan ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara optimisme industri teknologi terhadap AI dan persepsi sebagian anak muda yang justru melihat teknologi tersebut sebagai potensi ancaman terhadap masa depan pekerjaan mereka.

Mayoritas Mendukung Adanya Aturan AI

Kekhawatiran terhadap perkembangan AI juga terlihat dari pandangan responden mengenai regulasi.

Sebanyak 40% responden mengatakan pemerintah federal perlu membuat aturan yang mengatur penggunaan dan perkembangan AI.

Selain pemerintah, 36% responden menilai diperlukan badan ahli untuk membantu menerapkan aturan mengenai AI.

Sementara itu, hanya 8% responden yang mengatakan AI tidak perlu diatur.

Dengan demikian, mayoritas responden cenderung menginginkan adanya semacam aturan main agar perkembangan teknologi AI tidak berjalan tanpa pengawasan.

Pembangunan Pusat Data Juga Dipersoalkan

Perhatian responden ternyata tidak hanya tertuju pada perangkat lunak atau chatbot AI.

Pusat data yang menjadi infrastruktur penting untuk menjalankan berbagai layanan AI juga masuk dalam survei.

Sebanyak 60% responden mengatakan pembangunan pusat data perlu diperlambat.

Hanya 15% yang mendukung percepatan pembangunan pusat data.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap perkembangan AI juga berkaitan dengan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menopang teknologi tersebut.

Dulu Bos Teknologi Jadi Idola Anak Muda

Pandangan tersebut berbeda dengan citra perusahaan dan pemimpin teknologi pada masa awal perkembangan internet.

Ketika internet mulai berkembang pesat, perusahaan teknologi sering dipandang sebagai simbol inovasi, kreativitas, dan perubahan.

Cara kerja yang fleksibel serta produk-produk baru yang mengubah kehidupan sehari-hari membuat sejumlah pendiri perusahaan teknologi menjadi figur inspiratif bagi anak muda.

Nama seperti Bill Gates, Sergey Brin, Larry Page, Steve Jobs, dan Steve Wozniak pernah menjadi sosok yang dikagumi karena dianggap mewakili inovasi dan masa depan teknologi.

Mereka tidak hanya dikenal sebagai pengusaha, tetapi juga menjadi bagian dari budaya populer dan inspirasi bagi generasi muda yang tumbuh bersama perkembangan komputer serta internet.

Mengapa Persepsinya Berubah?

Perubahan persepsi tersebut dalam bahan survei terlihat terutama ketika teknologi memasuki fase AI.

AI tidak lagi hanya dipandang sebagai alat untuk membuat pekerjaan lebih mudah. Perkembangannya juga menimbulkan pertanyaan mengenai pekerjaan, keamanan, regulasi, tanggung jawab perusahaan, dan dampak sosial.

Hal tersebut dapat menjelaskan mengapa pertanyaan mengenai kepercayaan terhadap CEO teknologi kini menjadi lebih sensitif.

Bagi sebagian anak muda, perusahaan teknologi bukan hanya pembuat produk digital. Perusahaan tersebut juga memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana mereka bekerja dan menjalani kehidupan di masa depan.

AI Membawa Optimisme Sekaligus Kekhawatiran

Hasil survei CNBC Generation Labs memperlihatkan dua sisi persepsi terhadap AI.

Di satu sisi, teknologi ini menawarkan peluang baru dan dapat mengubah berbagai jenis pekerjaan.

Namun di sisi lain, sebagian responden melihat AI sebagai ancaman terhadap karier mereka. Kekhawatiran tersebut kemudian berjalan beriringan dengan tuntutan agar pemerintah dan badan ahli ikut mengatur perkembangannya.

Artinya, persoalannya bukan semata-mata “apakah AI akan berkembang?”, tetapi juga “bagaimana AI berkembang dan siapa yang memastikan perkembangannya tetap bertanggung jawab?”

Daftar Tingkat Ketidakpercayaan terhadap Bos Teknologi

Berdasarkan angka yang disebutkan dalam bahan artikel, berikut gambaran tingkat ketidakpercayaan responden:

Tokoh Tidak percaya
Alex Karp 81%
Sundar Pichai 75%
Satya Nadella 65%
Dario Amodei Hampir sama dengan Pichai

Angka tersebut perlu dibaca sebagai hasil survei terhadap 1.088 responden berusia 18-34 tahun, bukan sebagai ukuran objektif mengenai apakah masing-masing CEO benar-benar bertanggung jawab atau tidak.

Kesimpulan

Persepsi anak muda terhadap pemimpin perusahaan teknologi tampaknya mengalami perubahan di tengah perkembangan AI.

Survei CNBC Generation Labs terhadap 1.088 responden berusia 18-34 tahun menunjukkan tingkat ketidakpercayaan yang tinggi terhadap sejumlah tokoh teknologi. Alex Karp mendapatkan angka tertinggi dengan 81%, disusul Sundar Pichai 75%, sementara Satya Nadella 65% meski menjadi tokoh dengan penilaian relatif paling baik dalam survei tersebut.

Kekhawatiran juga terlihat terhadap dampak AI. Sebanyak 45% responden memperkirakan AI akan berdampak negatif terhadap karier, sedangkan hanya 10% yang melihat AI akan membantu karier mereka.

Di sisi regulasi, 40% menginginkan aturan pemerintah federal dan 36% mendukung keterlibatan badan ahli. Sementara 60% responden menilai pembangunan pusat data perlu diperlambat.

Kondisi tersebut memperlihatkan perubahan menarik: jika generasi sebelumnya melihat bos teknologi sebagai simbol inovasi dan masa depan, sebagian anak muda saat ini justru memandang mereka dengan lebih kritis ketika teknologi yang dikembangkan mulai berpengaruh langsung terhadap pekerjaan dan kehidupan mereka.

Untuk artikel lanjutan, angle yang paling kuat adalah “Kenapa Satya Nadella Lebih Dipercaya Dibanding Bos AI Lain?” karena bisa membedah angka survei tanpa sekadar mengulang daftar CEO.

Artikel Terkait

Greg Brockman, Sosok di Balik Berdirinya OpenAI dan Perjalanan ChatGPT
Shuhei Yoshida, Tokoh di Balik Perjalanan PlayStation dari Era Awal hingga Game Indie
Mengenal Antun Pogačnik, Pelatih Asal Kroasia di Balik Prestasi Bersejarah Timnas Indonesia
Sepak Terjang Para Tokoh WhatsApp Sebelum Bergabung dengan Meta
Perjalanan Kepemimpinan BPJS Ketenagakerjaan Sejak Berdiri Hingga Kini

Baca Juga:

Type above and press Enter to search.