Greg Brockman, Sosok di Balik Berdirinya OpenAI dan Perjalanan ChatGPT
Ketika nama OpenAI disebut, perhatian publik biasanya tertuju kepada Sam Altman. Namun, ada satu nama lain yang sejak awal berada sangat dekat dengan pembangunan perusahaan tersebut: Greg Brockman.
Brockman merupakan co-founder OpenAI yang sebelumnya menjabat sebagai CTO Stripe. Ketika OpenAI diperkenalkan pada Desember 2015, ia tercatat sebagai CTO pertama perusahaan tersebut. Sejak saat itu, perjalanan kariernya mengikuti hampir seluruh perkembangan OpenAI, dari organisasi riset nonprofit hingga perusahaan AI dengan produk seperti ChatGPT.
Baca juga : 15 Tokoh di Balik Lahirnya Kecerdasan Buatan
Perannya juga beberapa kali berubah. Ia pernah menjadi CTO, kemudian President OpenAI, sempat tersingkir dari posisi chairman ketika krisis kepemimpinan 2023 terjadi, lalu kembali sebagai President. Pada 2026, perannya kembali semakin menonjol ketika OpenAI memasuki fase ekspansi bisnis dan produk baru.
Siapa Greg Brockman?
Greg Brockman adalah pengusaha dan teknolog Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu pendiri OpenAI.
Sebelum mendirikan OpenAI, Brockman merupakan Chief Technology Officer (CTO) Stripe. Pengalamannya membangun organisasi teknologi menjadi salah satu bekal penting ketika ia kemudian ikut membangun OpenAI bersama Sam Altman dan tokoh-tokoh peneliti AI lainnya. Dokumen hukum OpenAI pada 2025 juga menyatakan bahwa Altman dan Brockman memutuskan bersama untuk mendirikan OpenAI.
Namanya kemudian semakin penting karena ia tidak hanya terlibat dalam pendirian perusahaan, tetapi juga berada dalam jajaran kepemimpinan yang mengembangkan teknologi dan organisasi OpenAI.
Greg Brockman Sebelum OpenAI
Sebelum namanya dikenal luas melalui OpenAI, Brockman sudah berkarier di dunia teknologi.
Salah satu fase terpenting dalam kariernya terjadi di Stripe, perusahaan teknologi finansial yang didirikan Patrick dan John Collison.
Brockman bergabung dengan Stripe dan kemudian menjadi CTO. Pengalaman tersebut membuatnya terbiasa membangun organisasi teknologi yang berkembang cepat.
Ketika gagasan mengenai OpenAI mulai dibentuk pada 2015, Brockman menjadi salah satu tokoh yang kemudian bergabung dengan Sam Altman untuk membangun organisasi tersebut.
Jadi, OpenAI bukanlah proyek pertama Brockman dalam membangun perusahaan teknologi.
Dari CTO Stripe Menjadi Pendiri OpenAI
OpenAI diperkenalkan kepada publik pada 11 Desember 2015 sebagai organisasi riset kecerdasan buatan nonprofit.
Tujuan awalnya adalah mengembangkan kecerdasan digital dengan cara yang dianggap paling bermanfaat bagi umat manusia, tanpa tekanan untuk menghasilkan keuntungan finansial.
Dalam pengumuman awal tersebut, Brockman tercatat sebagai CTO OpenAI.
Daftar tokoh yang ikut berada di lingkaran awal OpenAI juga sangat kuat. Selain Brockman dan Altman, terdapat nama seperti Ilya Sutskever, John Schulman, Wojciech Zaremba, Andrej Karpathy dan sejumlah peneliti serta teknolog lainnya.
Pada fase ini, OpenAI masih jauh dari perusahaan seperti yang dikenal publik sekarang.
Belum ada ChatGPT.
Belum ada GPT-4.
Belum ada bisnis API AI dalam skala seperti sekarang.
Yang ada adalah sebuah organisasi riset dengan ambisi mengembangkan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.
Apa Peran Greg Brockman di OpenAI?
Pada masa awal, Brockman memegang posisi teknis sebagai CTO.
Perannya tidak sekadar administratif. OpenAI menyebut Brockman sebagai bagian dari kepemimpinan teknis perusahaan sejak awal.
Kemudian, ketika OpenAI berkembang, tanggung jawabnya juga berubah.
Pada Mei 2022, OpenAI mengumumkan Brockman menjadi President. Perusahaan menjelaskan bahwa penunjukan tersebut mencerminkan kombinasi unik antara kontribusi coding Brockman pada pekerjaan penting perusahaan dan strategi perusahaan. Saat itu ia juga berfokus pada pelatihan sistem AI unggulan OpenAI.
Posisi tersebut memperlihatkan bahwa Brockman bukan sekadar pendiri yang berada di belakang layar.
Ia tetap memiliki keterlibatan langsung dengan sisi teknologi sekaligus strategi perusahaan.
Greg Brockman dan Perkembangan Teknologi OpenAI
Salah satu karakter Brockman yang menarik adalah perpaduan antara engineer dan pemimpin bisnis.
Pada awal OpenAI, ia memimpin sisi teknis sebagai CTO.
Ketika perusahaan berkembang, ia kemudian mengambil tanggung jawab yang lebih luas.
OpenAI sendiri menggambarkan kontribusi coding Brockman sebagai bagian dari pekerjaan kritis perusahaan.
Karena itu, lebih tepat melihat Brockman sebagai salah satu builder OpenAI daripada hanya menyebutnya sebagai co-founder.
Ia ikut membangun organisasi, tim teknologi, strategi dan infrastruktur yang kemudian memungkinkan OpenAI mengembangkan model-model AI generatif.
Ketika OpenAI Berubah dari Laboratorium Riset Menjadi Perusahaan Besar
OpenAI tidak selamanya beroperasi seperti organisasi nonprofit pada 2015.
Pada 2019, perusahaan melakukan restrukturisasi dengan membentuk entitas berorientasi keuntungan yang berada di bawah kendali nonprofit. Langkah tersebut memungkinkan OpenAI mengumpulkan modal lebih besar untuk mengembangkan teknologi AI, sambil mempertahankan struktur tata kelola yang berkaitan dengan misi nonprofit.
Perubahan tersebut sangat penting.
Pengembangan model AI semakin membutuhkan:
- komputasi dalam jumlah besar;
- pusat data;
- chip dan infrastruktur;
- peneliti serta engineer;
- modal yang sangat besar.
Brockman berada di dalam perjalanan perubahan tersebut.
ChatGPT Mengubah Nama OpenAI
Kemudian datang momen yang mengubah posisi OpenAI di mata publik: ChatGPT.
Ketika ChatGPT diluncurkan pada November 2022, produk tersebut dengan cepat menarik perhatian global.
Untuk pertama kalinya, teknologi generative AI dapat digunakan masyarakat umum melalui antarmuka percakapan yang sangat sederhana.
Bagi OpenAI, ChatGPT kemudian berkembang menjadi salah satu produk utama perusahaan.
Namun, penting untuk membedakan antara penciptaan ChatGPT dan peran Brockman dalam OpenAI.
Brockman bukan satu-satunya orang yang membuat ChatGPT. Produk tersebut merupakan hasil kerja banyak peneliti, engineer, product team dan organisasi OpenAI.
Peran Brockman lebih tepat dipahami sebagai salah satu pemimpin teknis dan organisasi yang ikut membangun perusahaan serta teknologi yang memungkinkan produk-produk tersebut berkembang.
Greg Brockman dan Krisis OpenAI 2023
Salah satu bab paling dramatis dalam perjalanan Brockman terjadi pada November 2023.
Pada 17 November 2023, OpenAI mengumumkan bahwa Sam Altman tidak lagi menjadi CEO setelah dewan menyimpulkan bahwa ia tidak selalu terbuka dalam komunikasinya dengan dewan. Mira Murati kemudian ditunjuk sebagai CEO sementara.
Dalam perubahan tersebut, Brockman juga kehilangan posisi sebagai chairman dewan.
OpenAI menyatakan Brockman akan mengundurkan diri sebagai chairman tetapi tetap berada di perusahaan dan melapor kepada CEO.
Tidak lama kemudian, situasinya berkembang menjadi krisis perusahaan yang jauh lebih besar.
Brockman akhirnya meninggalkan perusahaan untuk sementara.
Sam Altman Kembali, Greg Brockman Juga Kembali
Drama tersebut akhirnya berbalik.
Pada 29 November 2023, OpenAI mengumumkan bahwa Sam Altman kembali sebagai CEO, sementara Greg Brockman kembali sebagai President. Mira Murati kembali ke posisi CTO.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu episode paling terkenal dalam sejarah perusahaan teknologi modern.
Hanya dalam hitungan hari, OpenAI mengalami:
CEO keluar → pergantian kepemimpinan → tekanan dari karyawan → negosiasi → CEO kembali → struktur dewan berubah.
Brockman menjadi salah satu tokoh utama dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Penyelidikan OpenAI Mengembalikan Posisi Brockman
Setelah krisis 2023, OpenAI melakukan peninjauan terhadap peristiwa tersebut melalui komite khusus dewan.
Pada Maret 2024, OpenAI mengumumkan bahwa peninjauan telah selesai.
Komite tersebut menyatakan memiliki kepercayaan penuh terhadap kepemimpinan Sam Altman dan Greg Brockman. Peninjauan dilakukan oleh firma hukum WilmerHale dan mencakup wawancara dengan berbagai pihak serta pemeriksaan lebih dari 30.000 dokumen.
Dengan demikian, posisi Brockman kembali diperkuat dalam struktur kepemimpinan OpenAI.
Greg Brockman pada Era OpenAI yang Semakin Besar
Setelah ChatGPT, skala OpenAI berubah drastis.
Perusahaan tidak lagi hanya dikenal sebagai laboratorium riset.
OpenAI berkembang menjadi perusahaan dengan produk konsumen, layanan API, bisnis enterprise dan model AI dengan kemampuan yang semakin luas.
Pada fase ini, Brockman tetap menjadi salah satu tokoh senior perusahaan.
Namun, perannya kembali berubah seiring dengan kebutuhan organisasi.
Pada 2026, ia semakin terlihat dalam berbagai keputusan dan komunikasi strategis OpenAI.
Greg Brockman Kembali Menjadi Tokoh Penting OpenAI pada 2026
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa peran Brockman kembali semakin besar.
Pada Agustus 2026, sejumlah eksekutif senior OpenAI meninggalkan perusahaan dalam periode yang relatif berdekatan. Di tengah perubahan tersebut, Brockman mengambil tanggung jawab operasional yang lebih besar dan semakin aktif dalam pengembangan bisnis enterprise.
Axios melaporkan Brockman kini lebih terlibat langsung dengan pelanggan dan tim internal, dalam apa yang digambarkan sumber sebagai “founder mode”.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa setelah bertahun-tahun berada dalam struktur eksekutif, Brockman kembali mengambil peran yang lebih langsung dalam mengarahkan perusahaan.
OpenAI Sedang Memasuki Fase Baru
Perubahan kepemimpinan pada 2026 terjadi ketika OpenAI semakin berfokus pada bisnis enterprise dan ekspansi produk.
Chief Revenue Officer Denise Dresser mengumumkan kepergiannya pada Agustus 2026 dan akan digantikan Dali Rajic.
Dalam pengumuman tersebut, Brockman disebut sebagai President dan co-founder OpenAI. Ia juga menyampaikan bahwa perubahan kepemimpinan diperlukan untuk membangun sistem bisnis yang dapat diperluas secara lebih konsisten.
Dengan demikian, posisi Brockman pada 2026 tidak hanya berkaitan dengan teknologi.
Ia semakin terlibat dalam pertumbuhan bisnis OpenAI.
Greg Brockman dan Rencana Hardware OpenAI
Salah satu proyek yang membuat peran Brockman kembali menarik adalah ekspansi OpenAI ke perangkat keras.
Dalam wawancara pada Juli 2026, Brockman mengatakan OpenAI sedang membangun keluarga perangkat yang dirancang untuk berinteraksi dengan model AI perusahaan.
Ia belum mengungkap secara detail bentuk produk tersebut, tetapi menyebut perangkat-perangkat itu akan hadir dalam waktu yang relatif dekat.
Brockman juga memperkirakan interaksi manusia dengan komputer akan semakin banyak dilakukan melalui suara, bukan hanya mengetik.
Jika terealisasi, langkah tersebut dapat menjadi perubahan besar bagi OpenAI.
Selama ini ChatGPT dikenal terutama sebagai software.
Dengan hardware, OpenAI berpotensi membawa AI lebih jauh ke kehidupan sehari-hari.
Greg Brockman dan Masa Depan ChatGPT
Peran Brockman menjadi semakin menarik karena OpenAI tidak lagi hanya membangun chatbot.
Perusahaan kini memiliki ambisi yang jauh lebih luas:
AI assistant → coding → enterprise → agent → perangkat keras.
ChatGPT menjadi pintu masuk utama, tetapi teknologi OpenAI terus dikembangkan menjadi sistem yang dapat membantu berbagai pekerjaan.
Dalam konteks tersebut, Brockman berada di posisi yang cukup strategis karena memiliki pengalaman sejak era awal organisasi hingga fase ekspansi produk.
Greg Brockman Juga Bicara soal Keamanan AI
Pada Agustus 2026, Brockman kembali menjadi sorotan setelah menanggapi insiden keamanan yang melibatkan sistem AI.
Ia memperingatkan perusahaan agar meningkatkan pertahanan siber karena AI semakin mampu menemukan dan mengeksploitasi kerentanan.
Brockman menyebut perkembangan tersebut sebagai momen penting bagi keamanan siber dan mendorong organisasi untuk mempercepat otomatisasi pertahanan mereka.
Hal ini memperlihatkan sisi lain perannya.
Brockman tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan OpenAI, tetapi juga mengenai risiko yang muncul ketika kemampuan AI semakin tinggi.
Greg Brockman dan Visi Awal OpenAI
Ada satu ironi menarik dalam perjalanan Brockman.
Pada 2015, OpenAI diperkenalkan sebagai organisasi nonprofit yang ingin memastikan perkembangan kecerdasan digital memberikan manfaat bagi umat manusia.
Lebih dari satu dekade kemudian, OpenAI telah berubah menjadi salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia.
Namun, pertanyaan tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara:
pertumbuhan bisnis + pengembangan AI + keselamatan + misi awal
masih menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan.
Brockman berada di tengah transformasi tersebut sejak awal.
Greg Brockman Bukan Sekadar “Orang Kedua” Sam Altman
Karena Sam Altman jauh lebih dikenal publik, Brockman terkadang diposisikan hanya sebagai orang kedua di OpenAI.
Gambaran tersebut terlalu sederhana.
Brockman memiliki jalur kontribusinya sendiri:
CTO Stripe → co-founder OpenAI → CTO OpenAI → President → krisis 2023 → kembali sebagai President → semakin aktif mengarahkan fase pertumbuhan OpenAI pada 2026.
Ia juga memiliki latar belakang teknis yang membuatnya berbeda dari figur CEO yang lebih berorientasi bisnis.
OpenAI sendiri menyoroti kontribusi coding Brockman terhadap pekerjaan kritis ketika mengangkatnya menjadi President pada 2022.
Perbedaan Peran Greg Brockman dan Sam Altman
Keduanya sama-sama co-founder, tetapi perjalanan mereka tidak identik.
| Tokoh | Peran yang menonjol |
|---|---|
| Sam Altman | CEO, strategi, arah perusahaan dan hubungan eksternal |
| Greg Brockman | Teknologi, engineering, organisasi, strategi dan pengembangan bisnis |
| Ilya Sutskever | Riset AI dan ilmu komputer |
| Mira Murati | Teknologi, riset dan produk pada periode kepemimpinannya |
Pembagian ini tentu berubah dari waktu ke waktu.
Bahkan peran Brockman sendiri beberapa kali berubah sepanjang sejarah OpenAI.
Fakta Singkat Greg Brockman
| Profil | Keterangan |
|---|---|
| Nama | Greg Brockman |
| Profesi | Teknolog dan pengusaha |
| Dikenal sebagai | Co-founder OpenAI |
| Sebelum OpenAI | CTO Stripe |
| Posisi awal di OpenAI | CTO |
| Posisi penting | President OpenAI |
| Co-founder OpenAI | Ya |
| Partner pendiri utama | Sam Altman dan tokoh-tokoh awal OpenAI |
| Krisis 2023 | Kehilangan posisi chairman dan sempat meninggalkan perusahaan |
| Kembali | 2023 |
| Posisi 2026 | President dan co-founder OpenAI |
OpenAI secara resmi masih menyebut Brockman sebagai President dan co-founder dalam komunikasi perusahaan pada Agustus 2026.
FAQ
Siapa Greg Brockman?
Greg Brockman adalah teknolog, pengusaha dan co-founder OpenAI. Sebelum mendirikan OpenAI, ia merupakan CTO Stripe.
Apa jabatan Greg Brockman di OpenAI?
Greg Brockman menjabat sebagai President dan co-founder OpenAI. Ia sebelumnya juga merupakan CTO pertama perusahaan.
Apakah Greg Brockman pencipta ChatGPT?
Tidak tepat menyebut ChatGPT sebagai karya satu orang. ChatGPT dikembangkan oleh banyak peneliti, engineer dan tim OpenAI. Brockman merupakan salah satu pemimpin dan co-founder yang ikut membangun organisasi serta teknologi OpenAI.
Apa hubungan Greg Brockman dengan Sam Altman?
Keduanya merupakan co-founder OpenAI. Dokumen hukum OpenAI menyatakan Altman dan Brockman memutuskan bersama untuk memulai OpenAI pada 2015.
Mengapa Greg Brockman sempat keluar dari OpenAI?
Brockman tersingkir dari posisi chairman ketika krisis kepemimpinan OpenAI terjadi pada November 2023 dan kemudian meninggalkan perusahaan untuk sementara. Setelah Sam Altman kembali sebagai CEO, Brockman juga kembali sebagai President.
Apakah Greg Brockman masih di OpenAI?
Ya. Pada 2026, OpenAI masih menyebut Brockman sebagai President dan co-founder. Perannya bahkan semakin terlihat dalam fase pertumbuhan perusahaan dan pengembangan bisnis enterprise.
Apa yang dilakukan Greg Brockman sebelum OpenAI?
Ia merupakan CTO Stripe sebelum ikut mendirikan OpenAI.
Apa proyek baru OpenAI yang dikaitkan dengan Greg Brockman?
Pada 2026, Brockman mengungkap bahwa OpenAI sedang mengembangkan keluarga perangkat hardware untuk berinteraksi dengan AI. Detail produk dan jadwal peluncurannya belum sepenuhnya diumumkan.
Perjalanan Greg Brockman dari Stripe hingga OpenAI
Perjalanan Brockman dapat diringkas dalam beberapa fase:
Stripe Menjadi CTO dan membangun pengalaman sebagai pemimpin teknologi.
2015 Bersama Sam Altman dan tokoh lain mendirikan OpenAI.
OpenAI awal Menjadi CTO dan memimpin sisi teknis organisasi.
2022 Diangkat menjadi President karena kombinasi kontribusi teknis dan strategi.
November 2023 Krisis kepemimpinan OpenAI; Brockman kehilangan posisi chairman.
Akhir 2023 Sam Altman kembali sebagai CEO dan Brockman kembali sebagai President.
2024 OpenAI menyatakan kembali kepercayaannya terhadap kepemimpinan Altman dan Brockman setelah peninjauan khusus.
2026 Brockman semakin aktif dalam pengembangan bisnis, produk, enterprise dan arah baru OpenAI.
Kesimpulan
Greg Brockman adalah salah satu tokoh paling penting dalam sejarah OpenAI yang sering berada di bawah bayang-bayang Sam Altman.
Ia datang ke OpenAI dengan pengalaman sebagai CTO Stripe, ikut mendirikan perusahaan pada 2015, menjadi CTO pertama, kemudian President, dan berada di tengah salah satu krisis kepemimpinan paling dramatis dalam sejarah perusahaan teknologi.
Setelah ChatGPT membuat OpenAI menjadi perusahaan AI yang dikenal hampir di seluruh dunia, peran Brockman terus berkembang. Ia bukan hanya berurusan dengan teknologi, tetapi juga strategi, organisasi, bisnis enterprise dan arah produk baru.
Pada 2026, posisinya kembali semakin menonjol ketika OpenAI melakukan restrukturisasi dan memperluas fokus bisnisnya. Ia juga ikut membuka gambaran mengenai ambisi OpenAI di luar software melalui pengembangan keluarga perangkat AI.
Karena itu, perjalanan Brockman dapat dibaca sebagai perjalanan OpenAI itu sendiri: dari organisasi riset kecil pada 2015, menjadi perusahaan di balik ChatGPT, hingga memasuki era ketika AI mulai bergerak dari sekadar aplikasi menuju sistem yang terintegrasi dengan pekerjaan, bisnis, keamanan dan perangkat sehari-hari.