Your 1st Ads Here

Kak Seto Mulyadi: Profil, Pendidikan, Karier, dan Kiprahnya di Dunia Anak

Unveiling the Crisis of Plastic Pollution: Analyzing Its Profound Impact on the Environment

Seto Mulyadi, yang lebih dikenal dengan panggilan Kak Seto, merupakan psikolog, pendidik, dan pemerhati anak Indonesia. Namanya dikenal luas melalui aktivitasnya di bidang pendidikan anak, program televisi anak, lembaga perlindungan anak, serta berbagai kegiatan pendidikan alternatif.

Selain dikenal sebagai sosok di balik karakter Si Komo, Kak Seto juga mendirikan sejumlah lembaga pendidikan dan organisasi yang berkaitan dengan anak. Ia kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Universitas Gunadarma bidang Ilmu Psikologi pada 2021.

Profil Singkat Kak Seto Mulyadi

Berikut beberapa informasi dasar mengenai Seto Mulyadi:

  • Nama: Seto Mulyadi
  • Nama populer: Kak Seto
  • Tempat, tanggal lahir: Klaten, 28 Agustus 1951
  • Pendidikan: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  • Bidang: Psikologi, pendidikan, dan perlindungan anak
  • Organisasi: Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI)
  • Gelar akademik: Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si.
  • Guru Besar: Universitas Gunadarma bidang Ilmu Psikologi

Kak Seto menyelesaikan pendidikan sarjana, magister, dan doktoral di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Ia memperoleh gelar sarjana pada 1981, magister pada 1989, dan doktor pada 1993.

Pendidikan Kak Seto Mulyadi

Perjalanan pendidikan Kak Seto cukup panjang sebelum akhirnya dikenal sebagai psikolog dan pemerhati anak.

Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Setelah memperoleh gelar sarjana pada 1981, pendidikannya dilanjutkan ke jenjang magister dan kemudian doktoral.

Riwayat pendidikannya adalah:

  • S1 Psikologi Universitas Indonesia: 1981
  • S2 Psikologi Universitas Indonesia: 1989
  • S3 Psikologi Universitas Indonesia: 1993

Pada 18 Desember 2021, Seto Mulyadi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Universitas Gunadarma bidang Ilmu Psikologi. Dalam orasi ilmiahnya, ia membahas pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal dan nonformal.

Perjalanan Karier Kak Seto

Ketertarikan Kak Seto terhadap dunia anak telah berkembang sejak masa mudanya. Salah satu bagian penting dalam perjalanan tersebut adalah ketika ia belajar dan bekerja bersama pasangan pendidik anak yang dikenal luas sebagai Pak Kasur dan Ibu Kasur.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik penting yang kemudian mengarahkannya pada dunia pendidikan dan psikologi anak.

Dalam perjalanan kariernya, Kak Seto pernah menjadi akademisi dan menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara pada 1994–1997.

Selain kegiatan akademik, ia aktif mendirikan dan mengembangkan lembaga yang berkaitan dengan pendidikan serta perlindungan anak.

Kak Seto dan Si Komo

Nama Kak Seto juga sangat dikenal melalui karakter Si Komo, boneka berbentuk komodo yang menjadi bagian dari program televisi anak.

Si Komo berkembang sebagai karakter yang digunakan untuk menyampaikan hiburan sekaligus pesan pendidikan kepada anak-anak. Program tersebut mulai dikenal luas pada era 1990-an melalui televisi swasta TPI.

Kehadiran Si Komo membuat nama Kak Seto semakin dekat dengan generasi anak-anak Indonesia pada masa tersebut.

Yayasan dan Lembaga Pendidikan yang Didirikan Kak Seto

Kiprah Kak Seto tidak hanya berlangsung melalui televisi. Ia juga terlibat dalam pendirian berbagai lembaga yang berfokus pada pendidikan dan perkembangan anak.

Salah satunya adalah Yayasan Mutiara Indonesia, yang didirikannya pada 1982. Pada 1984, ia juga mendirikan Yayasan Nakula Sadewa, yang berkaitan dengan anak kembar dan keluarganya.

Kak Seto kemudian dikenal pula sebagai pendiri Homeschooling Kak Seto (HSKS).

Menurut Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, HSKS menggunakan pendekatan pendidikan alternatif yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Lembaga tersebut berkembang dengan jenjang pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah dan memiliki cabang di beberapa wilayah.

Selain HSKS, Kak Seto juga dikaitkan dengan pendirian Sekolah Kak Seto (SKS) dan Sekolah Khusus Kak Seto (SKKS).

Peran Kak Seto di Lembaga Perlindungan Anak

Bidang lain yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Kak Seto adalah perlindungan anak.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Dalam perjalanan berikutnya, ia aktif di Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Pada April 2025, Seto Mulyadi masih tercatat sebagai Ketua Umum LPAI dalam pemberitaan resmi Sekretariat Negara ketika organisasi tersebut melakukan audiensi dengan Wakil Presiden.

Aktivitas LPAI mencakup isu perlindungan dan pemenuhan hak anak, termasuk upaya menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung perkembangan anak.

Pemikiran Kak Seto tentang Pendidikan Anak

Salah satu gagasan yang sering dikaitkan dengan Kak Seto adalah pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang ramah terhadap anak.

Dalam orasi ilmiahnya ketika dikukuhkan sebagai guru besar, Kak Seto menekankan pentingnya suasana belajar yang membuat anak merasa gembira, optimistis, dan memiliki ruang untuk berkembang sesuai potensi serta karakteristiknya.

Pandangan tersebut sejalan dengan pendekatan pendidikan alternatif yang diterapkan melalui lembaga pendidikan yang didirikannya.

Penghargaan yang Pernah Diterima Kak Seto

Kiprah Kak Seto di bidang anak dan pendidikan telah mendapatkan sejumlah penghargaan, baik di Indonesia maupun tingkat internasional.

Beberapa penghargaan yang tercatat dalam berbagai sumber antara lain:

  • Peace Messenger Award pada 1987.
  • The Outstanding Young Person of the World pada 1987 dalam kategori Contribution to World Peace.
  • Orang Muda Berkarya Indonesia pada 1987 dalam bidang pengabdian kepada dunia anak.
  • The Golden Balloon Award pada 1989 dalam kategori Social Activity.
  • Men's Obsession Award pada 2006.
  • Tanda Kehormatan Bintang Jasa dari Pemerintah Republik Indonesia pada 25 Agustus 2025.

Penghargaan Bintang Jasa pada 2025 diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 75/TK/Tahun 2025.

Kak Seto Mulyadi Sekarang

Kak Seto tetap dikenal sebagai tokoh yang beraktivitas di bidang pendidikan dan perlindungan anak.

Selain perjalanan panjangnya sebagai psikolog dan akademisi, namanya juga melekat pada berbagai lembaga pendidikan yang menggunakan pendekatan alternatif serta aktivitas advokasi hak anak.

Dengan perjalanan karier yang berlangsung selama beberapa dekade, profil Kak Seto tidak hanya berkaitan dengan dunia televisi melalui Si Komo, tetapi juga mencakup psikologi, pendidikan, homeschooling, dan perlindungan anak.

FAQ Seputar Kak Seto Mulyadi

Siapa nama asli Kak Seto?

Nama Kak Seto adalah Seto Mulyadi. Ia lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 28 Agustus 1951.

Kak Seto kuliah di mana?

Kak Seto menempuh pendidikan S1, S2, dan S3 di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Ia menyelesaikan S1 pada 1981, S2 pada 1989, dan S3 pada 1993.

Apakah Kak Seto seorang psikolog?

Ya. Kak Seto dikenal sebagai psikolog dan pemerhati anak. Ia juga memiliki latar pendidikan lengkap hingga doktoral di bidang psikologi.

Apa hubungan Kak Seto dengan Si Komo?

Kak Seto dikenal luas sebagai sosok di balik karakter Si Komo, karakter komodo yang populer melalui program televisi anak pada era 1990-an.

Apa itu Homeschooling Kak Seto?

Homeschooling Kak Seto (HSKS) merupakan lembaga pendidikan alternatif yang menggunakan pendekatan pembelajaran dengan menempatkan siswa sebagai pusat proses pendidikan.

Apa jabatan Kak Seto di LPAI?

Seto Mulyadi pernah dan masih tercatat dalam sumber resmi sebagai Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), termasuk dalam pemberitaan Sekretariat Negara pada April 2025.

Penghargaan apa yang diterima Kak Seto pada 2025?

Pada 25 Agustus 2025, Kak Seto menerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa dari Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 75/TK/Tahun 2025.

Kesimpulan

Seto Mulyadi atau Kak Seto merupakan salah satu tokoh Indonesia yang perjalanan kariernya banyak berkaitan dengan anak dan pendidikan.

Kariernya mencakup psikologi, akademisi, program televisi anak melalui Si Komo, pendirian lembaga pendidikan, pendidikan alternatif melalui Homeschooling Kak Seto, hingga aktivitas dalam perlindungan anak melalui lembaga seperti LPAI.

Dengan demikian, ketika membahas profil Kak Seto Mulyadi, konteksnya tidak hanya mengenai sosok yang dikenal dari televisi, tetapi juga perjalanan panjangnya di bidang psikologi, pendidikan, dan perlindungan anak.

Artikel Terkait

Pendiri, CEO, dan Tokoh Penting Google dari Dulu hingga Sekarang
Orang-Orang di Balik Hugging Face, Platform AI Open Source yang Mendunia
Para Pemimpin Samsung yang Membentuk Perusahaan dari 1938 hingga Kini
Mengenal Para Pemimpin Huawei, dari Ren Zhengfei hingga Meng Wanzhou
SOP Pejabat, Sakit Tiba-Tiba, Mundur Cepat-Cepat, Berobat Harus Luar Negeri

Baca Juga:

Type above and press Enter to search.